Pages

Translate

Kamis, 24 Mei 2018

Upaya Mengatasi Konflik SARA di Indonesia

Konflik SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) telah meluas di Indonesia. Ada bentrokan, pembunuhan, perampokan, pencurian, kecemburuan sosial, dan sebagainya. Kita tentunya tidak menginginkan ketegangan dan perpecahan ini terus terjadi selamanya bukan?


Hal –hal yang perlu kita lakukan sebagai upaya mengatasi konflik SARA di Indonesia:

1. Berdoa pada Tuhan Yang Maha Kuasa

Doa pada Tuhan sangat penting dalam kehidupan orang beriman. Melihat dari sila pertama Pancasila saja sudah menyiratkan akan betapa berharganya campur tangan Tuhan dalam hidup manusia. Untuk dapat mengatasi konflik SARA yang semakin pelik ini, kita harus mengandalkan Tuhan dengan memohon kekuatan dari Nya untuk dapat mengatasi konflik SARA dan mengendalikan diri. Kita harus bersyukur pada Tuhan yang telah menciptakan kita pada suku, agama, ras, dan golongan tertentu. Sering kali ada orang yang menyalah-nyalahkan Tuhan atas penempatan dirinya di sebuah keluarga dengan suku tertentu yang sangat berbeda dan kurang dapat diterima oleh masyarakat setempat. Ini sungguh hal yang tidak masuk akal dan memilukan. Pencipta memiliki kedaulatan penuh atas hidup ciptaan Nya. Kayu tidak tahu kenapa dia harus menjalani proses yang penjang dan menyakitkan untuk dapat berubah wujud menjadi kursi, kursi lebih indah ketika diolah oleh tukang kayu. Satu hal yang harus kita ingat: di manapun kita ditempatkan oleh Tuhan, kita harus selalu bersyukur atas hidup kita dan memuliakan nama Tuhan selamanya.


2. Mengendalikan emosi

Ketika kita mendengar orang menghina kita atau sesuatu yang berhubungan erat dengan kita, seringkali kita merasa tersinggung. Oleh sebab itu, kita harus berusaha mengendalikan emosi. Jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, namun dengan kebaikan. Pada waktu diejek, jangan mengutuk, memukul, menampar, menonjok, mengeluarkan kata-kata kotor, dan sebagainya. Hal pertama yang harus dilakukan ketika perasaan kita dicampur aduk oleh orang yang menyebalkan adalah menenangkan hati. Setelah itu berdoa mohon kesabaran dari Tuhan, menasihati orang kejam itu secara sopan, dan mendoakan orang tersebut agar ia dapat bertobat. Menasihati orang secara sopan dan terbuka itu lebih baik daripada hanya membiarkannya, membalasnya, memukulnya, atau menggosipkannya di belakang karena nasihat bisa membuat orang lain memperbaiki dirinya. Bayangkan saja kalau kejahatan dibalas dengan kejahatan itu tidak akan pernah berujung, selalu ada kelanjutan dari perseteruan itu dan balas dendam. Selain itu, cap negatif dari orang jahat itu terhadap kita akan semakin buruk. Hal ini tidak akan menyelesaikan masalah, malah cuma menambah dan memperbesar konflik saja. Orang yang disakiti juga akan menyakiti orang-orang lain yang tak bersalah akibat emosi yang meluap-luap dari hatinya.


3. Jangan memanggil orang lain dengan julukan berdasarkan SARA

Hal ini mungkin tidak bermasalah bagi beberapa orang karena kedekatan atau canda gurau saja. Namun, julukan dapat pula menyinggung perasaan orang lain. Misalnya, orang tertawa sambil memanggil seseorang yang belum terlalu dekat dengannya dan berkata “orang kaya baru” atau “orang China bermata sipit”. Orang yang dipanggil sembarangan itu dapat tersinggung perasaannya jika orang tersebut memiliki perasaan yang sensitif. Bahkan ada kemungkinan ia langsung mengungkapkan perasaan marahnya dan bertengkar dengan orang yang memanggilnya dengan julukan itu. Sedekat apapun hubungan kita dengan seseorang, sebisa mungkin jangan menyinggung atau memberi julukan berkaitan dengan masalah SARA ini agar tidak melukai hatinya.


4. Jangan menghakimi dan berpikiran negatif tentang suku, agama, ras, dan golongan yang berbeda

Saat menjumpai beberapa orang dari golongan tertentu yang memiliki sifat buruk sama, jangan pernah menghakimi atau menghina golongan tersebut. Sebagai contoh, orang kaya di sekitar rumah Anda semuanya suka membuang sampah sembarangan. Lalu Anda langsung menyimpulkan bahwa orang kaya itu tidak bertanggung jawab. Hal ini tidak boleh dilakukan karena tidak semua orang seperti itu. Kesimpulan yang didapat tidak menyeluruh, tapi hanya dari sudut pandang Anda saja. Masih ada banyak orang kaya yang bertanggung jawab dan membuang tempat sampah pada tempatnya. Itu adalah pandangan subjektif yang tidak adil dan sangat picik dengan menyamaratakan orang lain berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan tertentu.


Dengan menghakimi orang lain, berarti merasa lebih baik darinya padahal semua orang sama-sama pernah berbuat dosa dan memiliki kelemahan. Orang yang suka menghakimi orang lain adalah orang yang sombong dan tidak menghormati Tuhan. Menghakimi itu hak khusus Tuhan saja, bukan manusia. Dengan memandang rendah dan menghakimi orang lain berarti sama dengan mengambil alih kekuasaan Tuhan. Padahal bagaimanapun juga, hak Sang Pencipta Yang Kudus dan Sempurna tidak bisa diminta oleh manusia yang penuh noda. Jangan suka mencari-cari kesalahan orang lain dan membesar-besarkan nya, tetapi introspeksi diri sendiri terlebih dulu. Apakah ada tindakan kita yang salah sehingga membuat orang lain membenci kita. Jika ada, perbaiki karakter pribadi dan jadi orang yang lebih bijaksana.  Ketika ada orang dari suku, agama, ras, dan golongan yang berbeda, bertemanlah dengan orang tersebut. Jangan pernah menjauhi dan membeda-bedakan orang. Jangan pula membanding-bandingkan antara suku, agama, ras, dan golongan satu dengan yang lainnya. Tiap suku, agama, ras, dan golongan memiliki keunikan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing.


5. Jangan memaksakan kehendak pada orang lain

Pemaksaan yang saya maksud di sini, khususnya berkaitan dengan agama. Ada orang yang berpikir bahwa ia memeluk agama yang terbaik. Mungkin memang benar demikian. Jika ingin bersaksi tentang iman di agama tertentu boleh-boleh saja. Hal ini sering saya dan teman-teman saya lakukan. Namun yang salah adalah jika seseorang memaksakan kehendak pada orang lain untuk memeluk agamanya dengan menjelek-jelekkan agama lain. Jika orang lain mau percaya, itu bagus. Namun bila tidak percaya pun juga tidak menjadi masalah. Bersaksi bukan keberhasilan mengajak orang masuk agama tertentu tapi bersandar pada Tuhan yang mampu mengubahkan hati. Selain itu, kita juga menceritakan tentang kebenaran firman Tuhan baik dari Kitab Suci maupun pengalaman rohani. Jangan pernah memaksakan kehendak pada orang lain, apalagi dengan melakukan pengancaman, pengeboman, penyogokan, teror, kekerasan, dan lain-lain. Semua itu hanya akan memperkeruh suasana. Tuhan tidak ingin umat Nya saling menghancurkan sebab kejahatan dan pemaksaan itu juga pasti meremukkan hati Tuhan yang sangat memperhatikan umat Nya.


6. Menghormati dan mengasihi orang lain

Apakah Anda ingin dihina oleh orang lain? Saya percaya tidak ada orang yang ingin dihina dan disepelekan. Oleh sebab itu, kita harus menyadari akan hal ini. Jangan menghina dan menjauhi orang lain bila Anda tidak mau dihina dan dijauhi. Jangan menyuruh-nyuruh orang lain jika Anda tidak ingin disuruh-suruh. Jangan memukul orang kalau tidak mau dipukul. Jangan pamer dan menyombongkan kelebihan diri jika Anda tidak suka orang yang suka pamer. Seorang pelukis yang lukisannya diinjak-injak akan sedih karena hasil karyanya diremehkan, padahal ia telah berjuang keras untuk membuat karya terbaik. Jangan memperlakukan orang lain secara kasar karena itu bukan hanya menyakiti hati sesamamu, melainkan juga hati Tuhan yang telah menciptakan manusia. Hormati dan kasihi orang lain seperti menghormati dan mengasihi diri sendiri dan juga Sang Pencipta kita. Maafkan dan ampuni orang yang bersalah pada kita walaupun mereka tidak minta maaf. Ini memang sulit. Tetapi tetaplah beriman bahwa bersama Tuhan, tidak ada yang tak mungkin asal hati kita benar-benar mau tulus mengasihi sesama dan menyenangkan hati Nya. Tiap ada kemauan untuk damai, salalu ada jalan.


7. Melakukan dan memikirkan hal-hal positif secara bersama-sama

Satu hal penting yang wajib diingat oleh setiap warga Indonesia adalah: keanekaragaman suku, agama, ras, dan golongan itu memperlengkapi kesatuan Indonesia. Jika tubuh hanya terdiri dari mata saja, tubuh tidak dapat melakukan aktivitas lain selain melihat. Demikian pula dengan bangsa ini. Jika hanya terdiri dari satu suku saja, maka terasa kurang lengkap dan miskin budaya. SARA seharusnya semakin memperkaya budaya negeri kita tercinta dan jangan sampai memecahkan persatuan yang telah terbina selama ini. Berpikirlah positif terhadap suku, agama, ras ,dan golongan lain. Mari kita lakukan hal-hal positif seperti ramah tamah dengan banyak orang, diskusi kenegaraan, bakti sosial, dan gotong royong bersama-sama dengan orang-orang dari suku, agama, ras, dan golongan yang sama maupun berbeda. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat memupuk semangat nasionalisme, rasa kekeluargaan, dan kebersamaan antar masyarakat Indonesia.


Demikianlah upaya mengatasi konflik SARA di Indonesia menurut opini saya. Perubahan besar dimulai bukan dari orang lain tapi dari diri sendiri, namun dapat berpengaruh pada orang-orang di sekitar kita. Mari kita berjuang bersama untuk Indonesia yang penuh damai dan sukacita di dalam Tuhan.


Kamis, 10 Mei 2018

Tips Agar Tak Salah Pilih Pasangan

Semua orang berharap tidak salah pilih pasangan. Namun, fakta berkata lain. Beberapa keluarga mengalami keretakan bahkan hancur berkeping-keping akibat salah pilih pasangan.
Bagaimana agar tak salah pilih pasangan? Berikut ini tips yang saya dapatkan dari buku Jangan Salah Pilih!  yang ditulis oleh Stephen Arterburn dan Dr. Meg J. Rinck.
1. Jalani hubungan secara perlahan, tetapi pasti.
Jangan gegabah dalam mengambil keputusan untuk menikah. Ambil waktu untuk saling mengenal saat berpacaran.
2. Ikuti konseling pranikah.
Konselor pranikah dapat memberikan nasihat seputar Anda dan pasangan Anda.
3. Jangan melakukan hubungan seks sebelum menikah.
Seks tanpa komitmen pernikahan menyakiti hati Tuhan dan orang-orang yang melakukannya.
4. Selidiki alasan ketertarikan Anda padanya.
Jika hanya karena fisik/ tak masuk akal, minta bantuan orang lain agar tak terperangkap.
5. Teliti alasan Anda menikah.
Pastikan alasan Anda murni, bukan untuk memenuhi kebutuhan akan kekosongan hidup.
6. Cermati banyak kesamaan antara Anda dan pasangan.
Menikahlah dengan orang yang bersamanya Anda dapat menikmati sebanyak mungkin aktivitas. Milikilah banyak kesamaan, dan pastikan iman adalah salah satunya. Perhatikan perbedaan yang ada. Apakah perbedaan itu membuat hidup suami istri penuh perjuangan keras untuk menyesuaikan diri? Jangan memaksakan diri untuk bersama dengan seseorang.
7. Sepakat untuk membicarakan keuangan secara terbuka.
Saat menjelang pernikahan, Anda berhak mengetahui seputar pengelolaan keuangan pasangan. Utangnya akan menjadi utang Anda. Rahasia keuangan tanda dari rahasia-rahasia dalam lainnya.
8. Selidiki kehidupannya.
Tanyakan pendapat teman-teman dan keluarga tentangnya.
9. Dengarkan orang-orang yang mengenal Anda.
Keluarga dan teman-teman Anda menginginkan yang terbaik untuk Anda. Tanyakan opini mereka mengenai hubungan kalian.
10. Selidiki dia.
Anda perlu mengetahui tujuan, impian, dan ambisinya. Apakah semua itu cocok dengan cara yang Anda inginkan? Anda juga perlu memahami ketakutan, luka batin, kelemahan, cara mengatasi stres, kebiasaan positif, dll.

Tips itu banyak, tetapi mungkin untuk dilakukan. Jangan menutup mata, tetapi berdoa dan berusaha. Jangan biarkan diri menjadi korban. Buat keputusan dengan bijaksana. Jangan menyalahkan Tuhan atas hasil keputusan Anda.


Kamis, 19 April 2018

Hal-Hal Yang Saya Syukuri Tatkala Masih Melajang


1. Bergantung sepenuhnya kepada Tuhan
Ketika kita diizinkan untuk belum memiliki pasangan, Tuhan ingin kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Bayangkan jika kita sejak remaja sudah berpasangan, kemungkinan untuk bergantung kepada pasangan itu lebih besar daripada orang yang sudah terbiasa sendirian. Ada temanku yang memiliki pacar sejak remaja, temanku mengakui dia tidak dapat hidup single dalam kurun waktu lama. Jadi ketika dia diputuskan oleh A, dia segera berpacaran dengan B. Lalu setelah putus dari B, temanku mencari penggantinya yaitu C dalam kurun waktu yang sangat singkat, hanya dalam hitungan hari saja. Betapa ironis. Kita harus menyadari bahwa akan selalu ada ruang kosong dalam hati kita yang takkan bisa diisi oleh siapaun, kecuali Sang Pencipta. Rumus keutuhan dariku: Tuhan+lelaki= 100%. Tuhan+wanita=100%. Tuhan+lelaki+wanita=100%.
2. Berani beriman meskipun belum melihat
Aku percaya bahwa iman itu tidak bertumbuh dalam waktu semalam. Untuk mengimani bahwa janji Tuhan itu ya dan amin, kita memerlukan anugerah dari Tuhan Yesus Kristus dan proses hidup yang panjang. Lika-liku hidup ini mungkin terasa begitu curam dan berat untuk dihadapi, namun bersama dengan Kristus, tidak ada yang mustahil. Kasih setia Tuhan takkan pernah berubah. Kekhawatiran tidaklah mengubah apapun (Mat. 6:27). Semua masalah yang ada membuat kita makin dekat dengan Tuhan. Tuhan jauh lebih besar daripada semua masalah kita. Ketika Allah memanggil Abraham ke negeri yang tidak diketahuinya, Abraham taat. Iman membuat kita berani melangkah sesuai rencana Tuhan sebab kita sadar rencana-Nya adalah yang terbaik untuk kita (Rm. 8:28). Tetap bersyukur dan bersukacita dalam segala hal. Belajar dari kejadian-kejadian di masa lalu.
3. Fokus pada panggilan Tuhan
Masa lajang memberikan kepada kita waktu untuk merenungkan dan menemukan panggilan Tuhan dalam hidup ini. Setidaknya pasti ada minimal satu talenta khusus yang kita miliki. Talenta itu berkembang atau tidak tergantung pada kita, seperti yang terjadi dalam perumpamaan talenta. Hidup kita tidak boleh sembarangan, harus penuh tanggung jawab kepada Sang Pencipta. Tidak perlu berusaha untuk dilihat, dipuji, dan diperhatikan orang lain. Tetap jadi diri sendiri, berada di ladang yang Tuhan sudah percayakan, dan melayani Tuhan dengan memberikan yang terbaik bagi-Nya. Tuhan melihat hati kita. Panggilan bukanlah tentang kelayakan, namun kemauan untuk dipakai Tuhan mempermuliakan nama-Nya.
4. Belajar pengembangan diri
Sendirian membuat kita bisa fleksibel, tanpa ada anak dan pasangan kita bisa bebas pergi ke mana pun sesuka hati sebab belum ada beban. Kita bisa belajar memasak, berdamai dengan masa lalu, memecahkan masalah, mengikuti seminar, kursus bahasa asing/ keterampilan-keterampilan baru, kegiatan sosial, olahraga baru, piknik, menyembuhkan luka, melatih karakter (hidup mandiri, sabar, kuat, pantang menyerah), dan masih banyak lagi.
5. Belajar menetapkan standar dan merespons orang dengan benar
Saat lajang, akan ada banyak lawan jenis yang mendekati kita. Tidak semua harus kita respons. Hanya kandidat-kandidat yang memiliki kriteria-kriteria utama saja yang perlu kita kenali lebih jauh. Putri Raja harus memiliki standar yang sesuai dengan kebenaran. Single doesn’t mean available at all. Apa saja sih kriteria utama yang wajib dimiliki pasangan? Orang yang sudah sungguh-sungguh bertobat, mengejar pertumbuhan, mau tunduk kepada Allah, dan saling melengkapi dalam mendukung panggilan Tuhan. Jika di luar itu, kita berteman saja. Mati satu, tumbuh satu. Selain merespons lawan jenis, kita juga belajar merespons keluarga dan teman yang menanyakan status lajang. Tidak semua perlu dijelaskan. Harus berhikmat dalam menjawab mereka.

Tulisan ini pernah dipublikasi di Majalah Ebenhaezer.

Kamis, 12 April 2018

Praying and Writing

Aku udah lama ga nulis di blog ini...Soalnya beralih nulis d Instagram..dan prayingandwriting.blogspot.com dalam rangka 30 Days Writing Challenge..
Wait my action on this blog again ya...


@priskila_courageous.bookstore

Follow ya @priskila_courageous.bookstore...
😀
Toko buku rohani dan konseling..


Rabu, 14 Februari 2018

Valentine Rasa Rabu Abu

Valentine rasa rabu abu...
Mengingatkan..
Cinta dari lawan jenis sebesar apa pun...Takkan sanggup mengalahkan kasih Tuhan Yesus buat manusia...yg kita peringati sebentar lagi...
Tanpa Tuhan, kita hanyalah abu...
😇 #quote ku #myquote #qotd #QuoteoftheDay

Heheh tak disangka ni byk yg repost...
Smoga memberkati...


Sabtu, 06 Januari 2018

Wejangan PH lagi

Ini gue lagi retreat BGA..
Sering bgt kejadian...
Diksh wejangan ttg PH...
Pdhl ga nanya...
Kok bisa ya? Hm...
🤔
Kali ini dr tmn2 kamar...
Tuhan terlalu mengasihi kita utk tidak membukakan hidup orang itu...
Tuhan pasti berikan info2 n konfirmasi2...
Pria yg seharusnya berinisiatif n mengejar...
PH yg dr Tuhan akan slg mendukung dlm lakukan panggilan hidup...
Let it flow...
💃
Ibu d trans jkt jg blg pilih org yg bertumbuh...