Pages

Translate

Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2016

Permintaan Anak Yang Tak Pernah Terucap.

http://www.psikoma.com/13-permintaan-anak-yang-tak-pernah-terucap/3/

Permintaan Anak Yang Tak Pernah Terucap. Ia mungkin tak bisa mengungkapkan dengan terus terang. Ia pun tak bisa dengan mudahnya jujur terus terang tentang keluh kesah yang selama ini ia rasa. Ia mungkin laksana malaikat kecil yang dirindukan, namun sekaligus menjadi malaikat kecil tak berdaya di tengah ego yang terkadang muncul dari peranan orang di sekitarnya.
Mungkin ia lelah dengan semua ini, hingga terkadang menampakkan sisi keegoisan, kenakalan, ketidaksukaan, ketakutan, hingga kekurang ajaran dalam bersikap.
Ya sosok malaikat kecil tersebut adalah anak. begitu lucunya mereka, namun bagi anda yang tak mampu memahaminya, mereka akan menampakkan sisi permusuhan pada diri anda. Oleh sebab itu penting kiranya untuk memahami apa yang menjadi harapan dan permintaan mereka.
Bukan maksud untuk memanjakan, namun realitanya adalah, anda tak akan mendapatkan kasih sayang dan pengharapan mereka, jika anda sendiri egois untuk tak mau mendengar keluh kesah dan harapan mereka.
Berikut ini adalah 13 Permintaan Anak yang tak pernah terucap, namun selalu merka harap dengan penuh cemas.
Permintaan Anak Yang Tak Pernah Terucap
1. Jangan Marahi Aku Di Depan Orang Banyak
Permintaan Anak Yang Tak Pernah Terucap yang pertama yaitu adalah jangan memarahinya di depan orang banyak. Tak ada satu orang pun yang menginginkan untuk di permalukan di depan orang banyak. Bahkan orang dewasa sekalipun yang telah memiliki nalar dan fungsi konstruk berpikir yang telah lengkap sempurna berkembang pun, dapat tersinggung hingga menampakkan reaksi perlawanan pada anda, apalagi anak kecil.
Ketahuilah bahwa, seorang anak membutuhkan sebuah bimbingan yang baik, bukan aksi marah anda yang anda umbar saat ia di depan umum. Terlebih lagi pada saat mereka sedang asik bermain bersama teman-teman.
Memarahi di depan teman-temannya hanya akan membuat mereka merasa malu, dan berpotensi di bully teman-temannya di kemudian hari. Tentu anda telah mengetahui dampak bullying terhadap pertumbuhan seorang anak bukan?
2. Biarlah Ia mencoba, Beritau Ia Dengan Lembut Jika Ia Melakukan Kesalahan
Mungkin ia belum mampu melakukan segalanya, namun tak sepatutnya dengan ketidak mampuan mereka, menjadikan anda berhak untuk mengekang segala bentuk aktivitas dan kreativitas mereka dengan alasan legalitas bahwa anda orang tua mereka.
Ketahuilah bahwa, sebagai orang tua ada baiknya melakukan pengarahan, pendidikan, dan fungsi nasehat yang baik dan lembut, bukan dengan pengekangan, pelarangan, dan menghardik jika mereka melakukan kesalahan akibat tidak mendengarkan anda.
3. Aku Ingin Jadi Diri Sendiri, Maka Hargailah Aku
Penghargaan yang baik pada anak, akan membuat anak tumbuh kembang menjadi pribadi yang percaya diri. Hinaan dan membandingkan ketidak berdayaan anak dengan kemampuan dari orang lain, hanya akan menjadikan anak menjadi pribadi yang cenderung minder, ataupun jika ia menjadi lebih baik, bisa jadi hal itu bukan karena tulus dari dalam hatinya, namun hal tersebut tak sedikit dikarenakan adanya faktor perlawanan pada diri anda sebagai orang tuanya.
Jika telah muncul bibit-bibit perlawanan dalam diri anda, yakinkah anda ia akan mencurahkan segala keluh kesah pada diri anda? Entahlah hanya waktu yang akan menjawab semuanya.

4. Cobalah Mengerti Aku dan Cara Belajarku
Setiap anak di lahirkan untuk menjadi special dan berkemampuan. Tak cukup hanya dengan standard kepintaran yang mainstream dimana anak harus mengikuti pakem pembelajaran monoton agar berhasil mencapai standard nilai idaman di atas secarik kertas.
Tak sedikit pula gaya pendidikan yang di lakukan oleh orang tuanya di rumah, dan guru di sekolah, membuat anak terpenjara pada ketidaknyamanan pada sebuah tuntutan untuk menjadi mampu dan pintar dengan gaya pembelajaran klasik.
Padahal menurut hukum kecerdasan seorang manusia seperti yang telah di paparkan oleh tokoh psikologi bernama Gardner, manusia memiliki 8 tipe kecerdasan yaitu musical, visual-spasial, verbal-lingustic, Logical mathematical, kinesthetic, Interpersonal, Intrapersonal, dan naturalistic. Oleh sebab itu ada baiknya bagi para orang tua ataupun guru memahami bagaimana cara belajar dari anak.
5. Jangan Bandingkan Aku Dengan Kakak Atau Adik Atau Orang Lain
Membadingkan hanya akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari, bukan menjadikan anak nurut mengikuti harapan anda. Dengan membandingkan dengan orang lain, justru membuat anak semakin menjauh daripada harapan yang anda inginkan.
6. Ayah Ibu Jangan Lupa Aku Adalah Representasi Dirimu
Memperlakukan anak membutuhkan kesabaran, dan waktu yang lebih agar ia dapat menyelearaskan dengan keinginan dan harapan anda. Terkadang mungkin anak membuat anda gusar karena perilakunya yang membentak saat bereaksi atas ketidaknyamanannya.
Fatalnya terkadang tak sedikit orang tua yang menyikapi bentakan dari anak, dengan cara membentak balik, bahkan di bumbui kekerasan. Sekirnya hal ini, mari kembali merenungi penyebab anak melakukan hal yang demikian, bukan berfokus pada apa yang terjadi dan dilakukan sang anak. Ingat bahwa anak adalah representasi dari apa yang telah anda lakukan dan ajarkan pada mereka.
7. Kian Hari Umurku Kian Bertambah Jangan Anggap Aku Anak Kecil
Selalu saja dari hari ke hari, ia di anggap anak kecil. Hardikan dan bentakan saat ia mencoba untuk melakukan sesuatu yang menurut anda ia belum mampu, selalu di terimanya. Sesekali waktu saat ia mencoba untuk menjelaskan apa yang di rasakannya pun, tak jarang engkau bentak dengan “jangan banyak bicara, kamu ini masih kecil!!”
Betapa hatinya srentak langsung membatu, terluka, dan bahkan berpotensi menyimpan dendam. Yah, dendam yang dialamatkan pada diri anda yang membentak, orang tua kandung yang seharusnya memberikan limpahan kasih sayang.
8. Jangan Membuatku Bingung, Maka Tegaslah Padaku
“Dahulu boleh, sekarang tidak boleh. Atau dahulu sewaktu aku merengek aku di bolehkan, padahal aku tau bahwa engkau memang tidak menginginkan”. Sekelumit ucapan tersebut terkadang hadir di benak sang anak. Untuk itu penting sebagai orang tua untuk mengubah gaya yang abu-abu menjadi gaya pengasuhan hitam putih. karena hanya dengan ketegasan mereka dapat mengerti antara benar dan salah. Namun terapkanlah ketegasan yang tidak melukai hati, kalaupun harus melukai hati, goreslah hatinya dengan seminimal mungkin sakit yang dirasakannya.

9. Jangan Ungkit-Ungkit Kesalahanku
Tidak ada seorang pun yang ingin di ungkit kesalahannya. Mengungkit kesalahannya, hanya akan menimbulkan kembali luka lama, yang sebenarnya hendak mereda. Dengan mengungkit kesalahan, menjadikannya mencontoh anda dalam melakukan hal yang serupa pada orang lain kelak.
10. Jangan Memarahiku Dengan Hal-hal buruk
Ucapan semakna dengan harapan dan doa. Ketika ucapan itu terus menerus di ucapkan dan didengan, maka ucapan tersebut menjadi sebuah informasi yang bersifat menetap dalam pikiran. Jika pikiran telah terbentuk maka, perkataan tadi menjadi sebuah spirit untuk mewujudkan ke dalam realita.
Oleh sebab itu segala bentuk perkataan dan ucapan baik ataupun buruk, jika di ucapkan berulangkali akan memiliki dampak dalam diri seseorang.
11. Aku Adalah Lapangan Pahala Bagimu
Taukah anda Ayah/bunda bahwa saat anda sabar dalam menghadapi ku, maka saat itu jugalah pahala hadir di hadapanmu. Oleh sebab itu maka, perlakukanlah aku dengan rasa kasih sayang, bukan dengan hardikan kasar nan mencela, terlebih di hadapan orang-orang.
12. Jangan Melarangku Hanya Dengan Kata Jangan
Setiap ayah/bunda melarang anak untuk bermain, beraktivitas, maupun berkreativitas sesuai kehendaknya, maka cobalah untuk memberiku rasionalisasi mengapa aku tidak boleh melakukannya. Karena jika larangan tak disertai dengan rasionalisasi, hanya akan memperlihatkan sisi penghukuman atas kreaativitas yang telah di lakukan oleh anak. Akibatnya anak akan menjadi tidak kreatif karena dalam bayangannya ia merupakan anak yang salah jika berkreativitas.
13. Cintailah Aku Sepenuh Hatimu
Mungkin tak banyak anak yang dengan leluasa dan gampangnya mengungkapkan rasa cinta pada diri anda. Namun taukah anda, bahwa anak ingin sekali mendapatkan cinta dan kasih sayang yang tulus dari anda.
Banyak dari anak yang tak mendapatkan kasih sayang secara tulus, yang pada akhirnya membuat anak justru mencari perhatian dengan cara yang salah. Atau bisa jadi sang anak mencari kasih sayang lain di luar orang tuanya, yang mana jika lingkungan yang menerima kasih sayangnya salah, justru akan membuat anak mendapatkan permasalahan baru. By: Muhamad Fadhol Tamimy


Rabu, 21 September 2016

Cinta itu tidak memaksa

Jgn pernah mengancam bunuh diri dgn pacar maupun org yg kau sukai..
Cinta itu tidak memaksa..
Kalau memaksa, berarti itu hanyalah nafsu belaka...
- quote dr lubuk hati ku yg terdalam..
(Priskila Dewi Setyawan)
:-D

Jangan Pernah Mengemis Cinta
Dr. Julianto Simanjuntak
Aku pernah patah hati berkali-kali, menangis berhari-hari, menyesal berbulan-bulan, tapi akhirnya bahagia berpuluh-tahun karena menikahi ”tulang-rusukku”.
Tak jarang kami menerima klien yang mengalami patah hati. Ada yang karena ditolak saat baru menyatakan cinta untuk pertama kali. Ada juga yang hubungan cintanya diputuskan sepihak secara mendadak. Tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Reaksi orang yang ditolak atau diputus cintanya beragam. Ada yang malu dan kecewa; ada yang memendam perasaan marah dan sedih. Dipenuhi api cemburu saat tahu, bahwa sang pacar ternyata sudah punya gandengan baru. Pada beberapa kasus disertai frustrasi, depresi hingga (upaya) bunuh diri.
Naksir itu Normal
Jika anda tertarik pada seorang gadis atau cowok, itu wajar. Naksir adalah perasaan normal saat Anda mulai memasuki usia remaja. Itu terjadi seiring dengan masa puber dan bertumbuhnya hormon seksual. Namun apakah perasaan suka dan tertarik itu perlu langsung disampaikan pada teman Anda? Oh, tunggu dulu. Jangan buru-buru. Anda perlu menimbang dengan bijak, apakah sahabat Anda itu juga punya perasaan yang sama.
Cinta itu mengikat dua hati. Cinta sejati tidaklah bertepuk sebelah tangan. Cinta itu tidak melulu emosi atau perasaan. Cinta melibatkan logika dan kehendak. Cinta punya tanda. Jika Anda ragu-ragu, sebaiknya tunda dulu menyatakannya. Cinta sejati bisa menguasai diri. Lalu kapan dong menyatakan perasaan itu? Tunggu waktu yang tepat, sampai Anda yakin bahwa sahabat Anda itu menunjukkan respon bahwa diapun memperhatikan Anda. Dia suka dengan saudara. Saya menyebutnya “alarm” cinta.
Bagaimana caranya tahu? Biasanya perasaan cinta nampak dari beberapa hal. Dia suka memandang kita, baik langsung atau diam-diam. Dia suka menghubungi Anda langsung atau lewat sarana komunikasi lainnya. Dia senang bertemu Anda dan bercakap-cakap. Kadang dia memberikan sesuatu barang atau makanan kesukaanmu. Dia memberikan perhatian saat Anda sakit atau ulangtahun. Anda juga istimewa di matanya. Jika Anda suka, dan ada tanda-tanda dia juga suka pada Anda, baru pertimbangkan untuk menyampaikan perasaan cintamu..
Tetapi hati-hati dengan cinta yang dipahami sebagai perasaan romantisme belaka. Artinya, hanya kebetulan ada perasaan attracted atau passion (khususnya kaum remaja yang sedang bertumbuh dalam hormon seksual, sehingga daya tarik seksual lebih kuat daripada daya tarik pribadi). Misalnya melihat wajah cantik, kekayaan atau kepandaian; atau karena adanya kesempatan tertentu, karena sering ketemu kemudian muncul perasaan “cinta” (witing tresno jalaran soko kulino). Orang bilang “cinlok” alias cinta lokasi.
Bila Cinta Anda Ditolak
Bila Anda akan menyampaikan perasaan sayang atau cinta, harap menyiapkan diri andai cinta anda ternyata ditolak. Mengapa?
Jangan lupa sebagian sahabat menaruh perhatian kepada kita, bukan karena dia mau menjadi pacar kita. Tetapi dia hanya merasa cocok atau nyambung dengan kita. Atau dia merasa Anda sebagai kakak atau abang yang menyenangkan. Biasanya sahabat Anda akan menolak dengan baik.
Yang menyakitkan adalah jika tidak ada tanda-tanda, Anda langsung nembak sasaran. Bisa-bisa yang bersangkutan menolak dengan ketus, dengan nada merendahkan.
Jika cinta ditolak, wajar Anda menjadi sedih, kecewa dan marah. Semua perasaan itu bisa muncul. Perasaan tertolak adalah salah satu pengalaman menyakitkan bagi siapapun. Namun yang terpenting apakah Anda membiarkan diri terus menerus dirundung kekecewaan, kesedihan dan kemarahan. Atau Anda berusaha bangkit kembali, dan mencoba menata ulang perasaan, hidup dan masa depan.
Bila Cinta Diputus Sepihak
Hal yang lebih sakit adalah saat anda sudah berpacaran sekian lama, kemudian diputuskan sepihak oleh pacar. Reaksi umum adalah sedih, kecewa dan marah. Harus Anda sadari bahwa pacaran adalah masa saling mengenal dan belum mengikat. Jika salah satu dari kalian merasa tidak cocok, wajar saja dia memutuskan hubungan. Termasuk jika dia ternyata menemukan cowok atau cewek yang menurutnya lebih oke daripada Anda.
Jika dia memutuskan itu artinya dia tidak mencintai Anda lagi. Ini adalah tanda bahwa dia tidak lagi merasa cocok. Jangan pernah mengemis cinta. Cinta sejati memberi tanpa diminta. Jadi jika cinta pasangan Anda sudah tawar dan dia pindah ke lain hati, maka lebih baik menahan diri.
Cinta sejati dalam pacaran menautkan dua hati. Tidak boleh hanya satu pihak yang mencintai. Tidak boleh Anda memaksakan cinta Anda untuk diterima. Jangan sampai Anda mengancam pacar Anda. Itu tanda Anda tidak matang. Intinya, jangan pernah membangun hubungan cinta di atas perasaan takut. Dalam cinta sejati tidak ada ketakutan. Yang adalah keberanian, sejahtera dan penguasaan diri.
Membuka Lembaran Baru
Jika relasi kita retak dan patah, apa yang kita lakukan? Saya meminjam istilah Samuel Mulia di Kompas Minggu 3 Juli 2011:
Janganlah punya mental perekat (pengelem). Relasi atau hubungan itu laksana sebuah gelas. Kadang lebih baik kita membiarkannya pecah daripada mencoba melukai diri sendiri dengan berusaha memperbaikinya seperti sedia kala. Tulisannya yang berjudul “Patah” mengajak kita belajar berani melihat keretakan hubungan, kemudian membiarkannya patah/pecah. Lalu kita bisa melanjutkan perjalanan baru. Jangan menjadi “tukang lem”, yang berusaha mengelem ulang keretakan hubungan. Kita akan lelah sendiri membenahi keretakan itu. Mengapa tidak “membeli” gelas baru! Gelas yang memberi harapan dan semangat baru. Asal kita bijak memilih gelas baru tersebut. Intinya jangan buang energi Anda secara sia-sia hanya untuk merekatkan hal yang tak mungkin lagi diperbaiki.
Dalam penutupnya Samuel menulis: Saya harus belajar berani kehilangan dan berani menempuh sebuah perjalanan baru meskipun untuk kehilangan selalu saja bisa terjadi. Membiarkan itu patah juga supaya saya tidak egois, supaya teman saya itu bisa bahagia. Karena upaya saya menyambungkan kembali belum tentu membahagiakannya.”
Nah, jika Anda diputuskan pacar maka belajarlah menerima kenyataan ini sambil berpengharapan menatap masa depan. Bahwa sesungguhnya ada calon teman hidup terbaik yang disiapkan-Nya bagi Anda. Hanya perlu sedikit kesabaran. Biarlah rasa sedih, sakit, pahit, marah dan kecewa Anda alami sesaat. Menangislah sepuasnya sekarang daripada Anda menderita selamanya.
Jika engkau salah memilih dan akhirnya menghasilkan pernikahan yang buruk hanya Lebih ironis lagi tindakan Anda “membunuh” generasi ke atas.
Akhirnya bagi Anda yang sedang “merasa terlambat” mendapat teman hidup saya ingatkan, “Lebih baik terlambat daripada engkau salah memilih”. Bila salah mempersiapkan diri dan salah memilih, biayanya terlalu mahal! Itu hanya merupakan tindakan “bunuh diri” dan mempersiapkan “neraka” untuk diri Anda dan keturunan Anda sendiri. Karena itu bijaklah bersahabat dan memilih calon teman hidup.
Janganlah pernah mengemis cinta. Cinta sejati tidak bertepuk sebelah tangan. Jangan pernah membangun hubungan cinta di atas perasaan takut. Dalam cinta tidak ada ketakutan, sebaliknya keberanian, sejahtera dan penguasaan diri.
JuliantoSimanjuntak.com
Dari Buku BANYAK COCOK SEDIKIT CEKCOK, Bahan Panduan Konseling Pranikah
KELUARGA KREATIF


5 cara jitu hadapi moody

Cara Jitu Hadapi Moody
Pernahkah Anda mendengar “Moody”?
Moody erat kaitannya dengan mood atau suasana hati. Suasana hati bisa berubah sesuka hati. Dari senang, tiba-tiba menjadi sedih. Jika kita bisa mengontrol perubahan suasana hati tersebut, tentu tidak akan menjadi sebuah masalah.
Tapi, bagaimana jika perubahan suasana hati secara mendadak itu membuat kita jadi enggan beraktivitas karena terlalu larut dengan perubahan suasana hati? Yang tadinya bersemangat, tahu-tahu jadi loyo dan malas. Ini pertanda bahwa Moody
harus segera diatasi.
Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan saat Moody.
1. Berpura-Pura Ceria
Tidak selamanya berpura-pura itu tidak baik. Saat suasana hati Anda berubah menjadi buruk, berpura-puralah untuk ceria. Memaksa diri untuk ceria akan membuat Anda hanyut dalam keceriaan tersebut. Pada dasarnya, paksa diri untuk memindahkan suasana hati menjadi lebih baik.
2. Ubah Gaya Hidup Lebih Sehat
Apa hubungan dari mengubah gaya hidup sehat dengan moody?
Tidak dapat dipungkiri lagi kondisi hidup lebih sehat bisa mempertahankan keceriaan hati. Ada rasa kenyamanan tersendiri pada tubuh yang sehat. Kenyamanan itulah yang kemudian bisa mengawetkan keceriaan hati.
Anda bisa mengubah gaya hidup sehat Anda dengan rajin bangun pagi menghirup udara segar, sarapan sehat, makan makanan yang bergizi, olahraga, dan istirahat cukup. Sempurna!
3. Menyibukkan Diri dengan Kegiatan Bermanfaat
Saat suasana hati Anda berubah menjadi buruk, Anda harus segera berpindah dari kondisi tersebut. Sebelum suasana hati buruk makin menggerogoti. Anda bisa mengalihkan dengan menyibukkan diri pada kegiatan yang bermanfaat seperti membersihkan kamar, menyapu, mencuci, mengepel, dan lain sebagainya. Mengapa dialihkan pada kegiatan tersebut? Karena ketika Anda berhasil melakukan kegiatan tersebut, ada rasa kebahagiaan tersendiri karena ada perasaan telah “mencapai”. Perasaan itulah yang bisa membuat suasana hati Anda ceria kembali. Selain itu, setidaknya kamar atau rumah Anda juga jadi lebih bersih.
4. Me Time
Berikan waktu khusus untuk melayani diri Anda. Anda bisa meluangkan waktu untuk sekadar pijat, mendengarkan musik kesukaan, makan makanan kesukaan Anda, membaca buku kesukaan Anda, atau sekadar minum teh hangat saat hujan. Bentuk penghargaan pada diri Anda sendiri dapat memunculkan perasaan positif yang dapat menjaga suasana hati Anda lebih bahagia. Luangkan waktu sehari sekali untuk
Me Time Anda.
5. Belajar Dari Masa Lalu
Akui saja kalau perubahan suasana hati Anda itu berhubungan dengan masa lalu Anda. Bisa saja ada beberapa hal yang menjadikan Anda ingat masa lalu, sehingga suasana hati Anda berubah menjadi tidak nyaman. Jika memang benar demikian, akui saja, tidak perlu malu. Pahami lagi masa lalu Anda. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk perbaikan selanjutnya. Bila perlu, tertawakan kesalahan Anda dulu supaya Anda bisa menerima kesalahan yang pernah Anda lakukan.
Selamat mencoba!
By: Ade Rakhma


http://www.psikoma.com/cara-jitu-hadapi-moody/


Dampak Pola Asuh Di Masa Kecil Terhadap Masalah Psikologis Saat Dewasa Nantinya

E-mail : anatasiayunifahxxx@gmail.com
Isi Konsultasi : saya adalah seorang wanita berusia 24 tahun, selama ini saya memiliki sifat yang mudah marah, mudah tersinggung, moody, dan mudah depresi. Perubahan moodnyapun sangat drastis sekali. saya mudah sekali stress dan cemas hingga keringat dingin. saya selalu menyalahkan diri saya sendiri dan terkadang menyalahkan orangtua saya atas keadaan ini. saya merasa orang tua saya terutama ibu saya terlalu tempramental sehingga sedari kecil saya terbiasa kena marah dengan kata2 yg mengunderestimat,memang orangtua saya sangat sayang pada saya, tetapi terkadang hal itu kerap terjadi pada saya. sehingga saya sering memendam amarah. entah ini karena orangtua sy ataukah karna memang dari diri saya sendiri. yang jelas saya sangat tersiksa dengan perasaan ini. sekian terimakasih
Jawab: Dear mba ayu beberapa hal yang mba sedang alami tentu sangat tak nyaman untuk diri anda bukan? Perasaan yang sangat mudah untuk marah, tersinggung hingga moody terkadang menjadikan apa yang kita lakukan berimbas pada lingkungan sekitar kita. Namun berdasarkan apa yang anda ceritakan tentang masa lalu anda tersebut, meman bisa jadi diduga karena pengalaman masa lalu anda yang terbiasa menerima dampak tempramentalnya ibu anda tersebut.
Mungkin dahulu atau bahkan hingga sekarang, maksud dan tujuan ibu anda bersikap keras terhadap anda merupakan bentuk kasih sayang orang tua pada diri anda. Ia tak ingin melihat anda melakukan kesalahan, atau menderita akibat dari kesalahan yang menurut ibu anda dahulu akan fatal. Namun memang pada saat ini, masih banyak orang tua yang memiliki tujuan baik agar anak nantinya menjadi lebih baik daripada orang tuanya namun justru bertindak yang justru mendegradasi anaknya.
Hal ini juga dapat menjadi pelajaran kita semua sebagai orang tua dalam mendidik anak kita nantinya. Mencela apa yang di lakukan anak sebaiknya dihindari karena hal tersebut jutru dapat membuat anak minder atau mengikuti diri kita untuk tak menghargai orang ain. Padahal bisa jadi yang di lakukan anak kita akan bermanfaat nantinya di kemudian hari. Hindari pula untuk mengekang kebebasan anak “secara berlebihan” dalam usahanya mencoba menyalurkan kreativitas mereka, karena apabila hal tersebut dilakukan terus menerus dapat menimbulkan ketidakmandirian anak di masa yang akan datang.
Cobalah untuk berdamai terhadap masa lalu anda, maafkan segala apa yang terjadi sebelumnya. Dengan memaafkan dengan tulus ikhlas rasa amarah yang telah terakumulasi dan anda pendam selama ini, harapanya dapat tersalurkan dengan baik.
Ada beberapa saran yang dapat mba lakukan ketika rasa marah ataupun tersinggung tersbut muncul, mba dapat mencoba untuk mengatur nafas. Jika hal tersebut tidak mempan duduklah, jika masih saja belum mereda maka anda dapat membasuh wajah anda dan mengucapkan kata-kata positif menurut keyakinan anda diiringi dengan mengatur nafas anda.


http://www.psikoma.com/dampak-pola-asuh-di-masa-kecil-terhadap-masalah-psikologis-saat-dewasa-nantinya/


13 fungsi ayah dalam keluarga by psikoma

Fungsi Ayah Di Dalam Keluarga . Ayah adalah sosok pria yang memiliki kedudukan khusus di dalam sebuah keluarga. Ia tak hanya sekedar sosok yang bertugas mencari nafkah belaka, namun ia pun menjadi sosok yang berperan penting dalam pendidikan anak-anaknya kelak.
Menjadi seorang ayah adalah kebanggaan bagi setiap pria, menjadi seorang ayah pun adalah sebuah anugrah yang tak terkira harganya. Kebahagiaan dalam hidup akan semakin lengkap dengan status baru menjadi seorang ayah untuk anak-anaknya.
Berikut ini adalah beberapa fungsi ayah di dalam keluarga yang sangat krusial untuk kita simak. So jadi anda para ayah ataupun calon ayah kudu wajib memperhatikan hal-hal berikut ini
13 Fungi Ayah Di Dalam Keluarga
Pemimpin
Menjadi seorang ayah akan selalu identik dengan kepemmpinan dalam keluarga. Ia bak nahkoda penentu arah tujuan panjang keluarga kedepan. Ayah akan selalu di tuntut untuk menjadi sosok nahkoda yang tegas dan cerdik ketika badai lautan menghantam kapal rumah tangganya.
Sosok ayah akan selalu ada dan bertugas sebagai pemimpin, yang memimpin keluarganya agar mampu menjalani sebuah tantangan hidup berumah tangga.
Pelindung
Menjadi seorang ayah setelah hebat dalam skill kepemimpinan harus memiliki jiwa pengayom dan pelindung keluarganya. Karena memang tugas dari seorang ayah adalah menjaga anggota keluarga agar terhindar dari segala mara bahaya dari luar. Selain itu sang ayah juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarganya.
Jadi jika para ayah tak mampu untuk menjaga keutuhan rumah tangganya maka patut dipertanyakan, apakah ia pantas untuk menjadi seorang ayah. Jika ia tak juga bisa memahami, monggo tanya saja pada “Mukidi”.
Memberi Teladan
Begitu pentingnya peran dari seorang ayah sangatlah krusial. Selain ibu, ayah merupakan role model karakter yang menjadi panutan anaknya kelak. Terlebih dalam taraf perkembangan sang anak dimana fase contoh gerak-gerik dan tingkah laku dari orang disekitar begitu kuat, maka peran ayah seharusnya mampu menjadi sentral teladan role model dibandingkan lingkungan sekitarnya.
Ayah adalah sosok panutan bagi anak-anaknya. Seorang ayah yang baik tentunya akan memberikan sebuah suri tauladan yang baik bagi garis keturunan dan juga istrinya.
Motivator
Dalam keluarga ayah juga bisa berperan sebagai motivator. Mendorong anggota keluarga untuk terus semangat dalam bekerja, belajar, dan juga beribadah.
Peran motivator tak selalu dengan memberikan nasehat yang baik saja, namun dengan perbuatan dan tingkah laku pun kiranya dapat memberikan motivasi positif bagi anaknya.
Untuk para ayah penting kiranya untuk tak segan-segan memberikan pujian yang membangun kepada sang anak, meskipun anak telah gagal memenuhi ekspektasi yang di berikan kepadanya.
Memberikan motivator anak agar tetap semangat, namun sang ayah juga harus pandai untuk memberikan motivator kepada sang istri, agar hubungan keluarga selalu harmonis dan berbahagia.

Fungsi Ayah Di Dalam Keluarga . Ayah adalah sosok pria yang memiliki kedudukan khusus di dalam sebuah keluarga. Ia tak hanya sekedar sosok yang bertugas mencari nafkah belaka, namun ia pun menjadi sosok yang berperan penting dalam pendidikan anak-anaknya kelak.
Menjadi seorang ayah adalah kebanggaan bagi setiap pria, menjadi seorang ayah pun adalah sebuah anugrah yang tak terkira harganya. Kebahagiaan dalam hidup akan semakin lengkap dengan status baru menjadi seorang ayah untuk anak-anaknya.
Berikut ini adalah beberapa fungsi ayah di dalam keluarga yang sangat krusial untuk kita simak. So jadi anda para ayah ataupun calon ayah kudu wajib memperhatikan hal-hal berikut ini
13 Fungi Ayah Di Dalam Keluarga
Memberi Perhatian
Tak hanya ibu saja yang wajib untuk memperhatikan segala kebutuhan anak-anaknya. Ayah pun memiliki andil yang penting dalam memberikan perhatian. Baik perhatian dari segi materi, pendidikan, kesehatan, agama, dan emosional.
Seorang ayah juga harus pintar dalam membagi kasih sayang dan perhatian, antara anak dengan pasangannya.
Pengajar
Seorang ayah harus mampu menyesuaikan peran selain sebagai pemimpin dalam keluarga. ia harus mampu untuk menjadi pengajar bagi anak dan istrinya. Baik itu dari segi norma sosial, masyarakat, dan norma-norma agama.
Apabila ayah gagal untuk menjadi pengajar, maka bersiaplah untuk menghadapi kehancuran dalam bahtera rumah tangga.
Melatih Disiplin
Mengajarkan kedisiplinan dalam hidup di mulai dari rumah. Peran pengajaran di rumah adalah sentral guru pendidik adalah orang tuanya. Dan fungsi ayah adalah salah satu guru yang seharusnya memerikan pelajaran tentang apa itu disiplin.
Mengajarkan kedisiplinan di dalam rumah tangga merupakan hal yang seharusnya menjadi aktvitas sehari-hari di rumah agar selalu kehidupan selalu lancar dan teratur.
Kedisiplinan yang tak di mulai sejak dini hanya akan membiasakan anak untuk tidak menghargai sebuah waktu. Maka tak heran apabila saat ini, banyak dari kita terutama para pejabat yang kerap kali mengulur ulur waktu penepatan janjinya. Bisa jadi hal itu karena kedisiplinan tak di ajarkan semenjak kecil.
Pembimbing
Sang ayah wajib untuk membimbing keluarganya agar selalu berada di jalan yang benar. Utamanya adalah untuk menjadi pembimbing dan mengarahkan anak agar tidak salah dalam bergaul dan menentukan tujuan hidup.
Sebaik-baiknya ayah adalah mereka yang mampu menjadi barometer petunjuk anaknya, di saat sang anak terpuruk di dalam kebingungan menentukan pilihan hidup.

Fungsi Ayah Di Dalam Keluarga . Ayah adalah sosok pria yang memiliki kedudukan khusus di dalam sebuah keluarga. Ia tak hanya sekedar sosok yang bertugas mencari nafkah belaka, namun ia pun menjadi sosok yang berperan penting dalam pendidikan anak-anaknya kelak.
Menjadi seorang ayah adalah kebanggaan bagi setiap pria, menjadi seorang ayah pun adalah sebuah anugrah yang tak terkira harganya. Kebahagiaan dalam hidup akan semakin lengkap dengan status baru menjadi seorang ayah untuk anak-anaknya.
Berikut ini adalah beberapa fungsi ayah di dalam keluarga yang sangat krusial untuk kita simak. So jadi anda para ayah ataupun calon ayah kudu wajib memperhatikan hal-hal berikut ini
13 Fungi Ayah Di Dalam Keluarga
Mencari Nafkah
Menjadi hal yang sewajarnya memang peran dan fungsi ayah adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Meskipun begitu ia harus tetap bisa menjaga kehidupan di kantor dan di rumah agar tetap seimbang. Karena memang fungsi sebagai ayah tak hanya mencari nafkah saja , namun fungsi sang ayah adalah sosok yang mampu menjadi penyeimbang dan pengayom dalam keluarga.
Patner Ibu
Ayah bukan hanya sekedar pemimpin semata, namun ia juga harus bisa menjadi seorang patner ibu yang baik di dalam keluarga. patner tersebut seperti halnya mengurusi permasalahan ibu rumah tangga.
Hal-hal seperti mengasuh anak, mengurus dapur, hingga mencuci pun harus bisa di lakukan sang ayah. Dengan begitu maka keluarga pun akan selalu harmonis dan meminimalisir pertengkaran dalam rumah tangga, akibat konflik peran.
Sebagai Teman
Ayah yang baik haruslah mampu menjadi seorang pembimbing anak dan istrinya, sekaligus pandai berperan sebagai sahabat dan juga teman bagi anak dan istrinya. Sebagai contoh, meluangkan waktunya untuk bersenang-senang bersama keluarga.
Menyediakan Kebutuhan
Seorang ayah haruslah mampu untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga, baik itu secara lahir dan juga batin.
Maka jangan lagi ayah yang mengesampingkan peran pemenuhan secara batin bagi keluarganya ya.
Selalu Siaga
Tak cuma anggota pemadam kebakaran saja yang harus selalu siaga jika ada kebakaran. Namun sang ayah pun harus selalu siap siaga.
Sang ayah harus selalu siaga dalam kondisi dan situasi apapun, ketika keluarga tengah membutuhkan bantuannya. Entah itu di saat ia sedang sibuk dengan urusan kantornya, hingga urusan gaya hidupnya, sang ayah harus rela untuk mengesampingkan itu semua dikala keluarga tengah dalam kondisi membutuhkan dirinya.
Ayah adalah sang penentu arah kehidupan rumah tangganya. Ia akan selalu memiliki kedudukan penting dalam segala hal pengambilan keputusan. Jika salah dalam mengambil peran dan keputusan dalam keluarga, maka peran ayah akan lekang terganti dengan sosok di luar daripadanya.
By: Muhamad Fadhol Tamimy


http://www.psikoma.com/fungsi-ayah-di-dalam-keluarga-3/