Ini catatan khotbah plus IG ttg keluarga,pernikahan dan komunitas...
Jumat, 03 Maret 2017
Kamis, 16 Februari 2017
Love n relationship
ada gbr kesaksian c Cella n ko DM jg..
Cinta itu penguasaan diri n tdk cemburu, sabar n slg menerima.
Tdk melakukan hal tdk sopan.
Asmara itu tdk sabar n hawa nafsu.
Cinta slg jaga kekudusan.
Jgn beri barang2 mahal sblm pacaran.murah gpp klo pas ada event..wkwk..asalkan tulus, ga berharap..
Seks dr Tuhan jd kudus, hrs dlm pernikahan.
Jauhi godaan seks+Pornografi.
1 Yoh 1:9 akui dosa
Pacaran bangun hub. Utk pertunangan n pernikahan, bukan coba2.
Mengenal byk org sblm pacaran. Wkt pacaran, jgn tebar2 pesona. Pengenalan jg bukan tebar2 pesona, tp berteman scr sehat..beramai2 n seperlunya, tdk terlalu sering.
Sulit dpt pacar krn:
1. Standar tdk realistis
Standar Mutlak/wajib smuanya
-lahir baru
-cinta Tuhan (gbr diri pulih)
-sepadan
Tdk mutlak
-budaya
-kebiasaan
-suku
2. Blm siap meninggalkan keluarga, blm pny inner beauty, byk khawatir
Jgn mau dgn pria yg gaje.
Pria hrs pny visi. Mau dibawa k mn hubungan itu?
Pacaran jgn terlalu eksklusif. Perlu komunikasi terbuka, tp jg perlu beramai2. Jgn sampai ga pny temen2 gara2 keasikan berdua terus.Komunitas itu penting.
Dlm pacaran belajar:
Kenal lebih ttg kebiasaan, sifat n kepribadian.
Komunikasi
Menerima
Buka diri n hati, jujur.
Percaya
2 tim 2:22
Titus 2:6
Tdk boleh:
Pegangan n pelukan
Kissing ciuman
Petting meraba2
ML bersegama
3 tanda jodoh dr Tuhan
1.Iman yg sejati pd Tuhan
Penerimaan d keluarga, kerapian, nilai diri sehat.
2.Tuhan yg mendominasi pertemuan 2 insan.
Bukan org itu sengaja cari2 n kenalan2 sm byk lawan jenis yg cakep tiap hari (kyk org kurang kerjaan), tp fokus pd Tuhan, trus didekatkan gtu sm Tuhan seiring berjlnnya wkt..
3.Slg mencintai n menerima apa adanya dia plus keluarganya.
Marry your bestfriend.
Tantangan dlm relationship:
Restu ortu
Beda suku, adat, prinsip
Sosial n pendidikan
Hrs ada restu. Hrs berjuang. Tuhan akan menolong jika dia org yg tepat.
Jika bukan Tuhan yg bangun rumah, sia2lah semua. Jd hrs minta petunjuk Tuhan sebelum mulai.
Sabtu, 28 Januari 2017
6 Ways To Tell If He’s The One For You
http://theprayingwoman.com/is-he-the-one-youve-been-waiting-for-ways-to-tell-if-hes-the-one/
By TPW
Facebook3.9KTwitterEmailMore56
is he the one
Many women have a long, detailed list full of the qualities they desire in a man, and sometimes this can backfire because there is no such thing as a “perfect” man.
There is however, a man who is perfect for you. The one God has selected for you.
When you look at your list of desired qualities, a few of them should jump out at you as non-negotiables. These are the things that you shouldn’t bend or compromise on.
Whatever your must haves are, if he’s the one, you won’t have to compromise your non-negotiables or ever feel like you’re settling.
Whatever it is that you desire, pray about it, and let God send you the one He has for you.
Single-Saved ladies, If you’re at a crossroad in your relationship and you’re not sure if he’s God sent, here are 6 Ways To Tell If He’s The One For You:
1 His Faith
He shares the same passion for Christ as you. You’re not unequally yoked. When it comes to your relationship, God is first. He respects your morals and values and doesn’t try to force or encourage you to stray away from them.
2. You trust him.
I’m not just talking about him being faithful to you. Although that is a huge part of the equation as well.
Trust goes well beyond cheating.
Do you trust him with your life?
Do you trust his judgement on important issues?
Are you comfortable sharing your goals and dreams with him, no matter how far fetched they may seem, and more importantly, do you trust that he’ll support you in any way that he can?
Are you open to his views and hopes for the future as well?
Think of trust like the foundation of the life you’re building together…if it’s shaky, everything else will be too .
3. He accepts you… Flaws and all
Are you able to be your authentic self 24/7 with him?
We’re talking bad days, good days, and yep, P.M.S. days.
He accepts you for who you are right now, not who you want to be and never tries to change you. He respects you and everything you stand for. Your past may not be a pretty one, but he encourages you to share your testimony. He doesn’t try to silence you. He’s not ashamed of you or your testimony.
We all have those sides to ourselves that we might not be too proud of, things we’d rather hide, and maybe even a slew of annoying habits, but you should never have to fake it in a relationship. You’ll know he is the one if he not only sticks around through it all, but falls in love with you even more in spite of it all.
4. He’s your best friend.
I hate to sound cheesy, but the best marriages are the ones where the couple would count their partner as not only a partner, but their best friend as well.
They don’t just love each other…they like each other. A lot.
This doesn’t mean that you ditch your girls and expect him to cancel his weekly basketball game in order to go shopping with you.
It simply means that he’s the first person you call when you need to talk something out or have big news to share.
Additionally, it means that you genuinely enjoy spending time together.
5. Communication is Key
Everything is not always peachy in your relationship, but the two of you know how to respectfully disagree with one another and nip it in the bud.
You can tell each other the truth in a loving manner and be heard. You may not always like it, but you respect it.
The both of you love each other enough to move beyond your disagreements in a mature manner and forgive quickly.
6. You can see yourself submitting to him
I’ve talked to a lot of women in my years of ministry and this subject is always a touchy one.
Even though the Bible is straight forward on this subject and makes it clear that we are to submit to our husbands, many women struggle in this area.
But I’ve noticed that one of the most common reasons why women of today have a problem with submitting to their husbands is “they don’t think their husbands are fit to lead”.
This is the main reason we are not to be unequally yoked before entering a marriage.
This is also the reason, we should marry someone we know we can trust. You’d be surprised how many women will enter into a marriage with a man they already know they don’t trust.
Don’t get married with the assumption that marriage will fix all of the problems that are already there in your relationship.
The problems you get comfortable dealing with in a dating relationship, will become the problems you get comfortable dealing with in your marriage.
Senin, 24 Oktober 2016
Rabu, 21 September 2016
Cinta itu tidak memaksa
Jgn pernah mengancam bunuh diri dgn pacar maupun org yg kau sukai..
Cinta itu tidak memaksa..
Kalau memaksa, berarti itu hanyalah nafsu belaka...
- quote dr lubuk hati ku yg terdalam..
(Priskila Dewi Setyawan)
:-D
Jangan Pernah Mengemis Cinta
Dr. Julianto Simanjuntak
Aku pernah patah hati berkali-kali, menangis berhari-hari, menyesal berbulan-bulan, tapi akhirnya bahagia berpuluh-tahun karena menikahi ”tulang-rusukku”.
Tak jarang kami menerima klien yang mengalami patah hati. Ada yang karena ditolak saat baru menyatakan cinta untuk pertama kali. Ada juga yang hubungan cintanya diputuskan sepihak secara mendadak. Tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Reaksi orang yang ditolak atau diputus cintanya beragam. Ada yang malu dan kecewa; ada yang memendam perasaan marah dan sedih. Dipenuhi api cemburu saat tahu, bahwa sang pacar ternyata sudah punya gandengan baru. Pada beberapa kasus disertai frustrasi, depresi hingga (upaya) bunuh diri.
Naksir itu Normal
Jika anda tertarik pada seorang gadis atau cowok, itu wajar. Naksir adalah perasaan normal saat Anda mulai memasuki usia remaja. Itu terjadi seiring dengan masa puber dan bertumbuhnya hormon seksual. Namun apakah perasaan suka dan tertarik itu perlu langsung disampaikan pada teman Anda? Oh, tunggu dulu. Jangan buru-buru. Anda perlu menimbang dengan bijak, apakah sahabat Anda itu juga punya perasaan yang sama.
Cinta itu mengikat dua hati. Cinta sejati tidaklah bertepuk sebelah tangan. Cinta itu tidak melulu emosi atau perasaan. Cinta melibatkan logika dan kehendak. Cinta punya tanda. Jika Anda ragu-ragu, sebaiknya tunda dulu menyatakannya. Cinta sejati bisa menguasai diri. Lalu kapan dong menyatakan perasaan itu? Tunggu waktu yang tepat, sampai Anda yakin bahwa sahabat Anda itu menunjukkan respon bahwa diapun memperhatikan Anda. Dia suka dengan saudara. Saya menyebutnya “alarm” cinta.
Bagaimana caranya tahu? Biasanya perasaan cinta nampak dari beberapa hal. Dia suka memandang kita, baik langsung atau diam-diam. Dia suka menghubungi Anda langsung atau lewat sarana komunikasi lainnya. Dia senang bertemu Anda dan bercakap-cakap. Kadang dia memberikan sesuatu barang atau makanan kesukaanmu. Dia memberikan perhatian saat Anda sakit atau ulangtahun. Anda juga istimewa di matanya. Jika Anda suka, dan ada tanda-tanda dia juga suka pada Anda, baru pertimbangkan untuk menyampaikan perasaan cintamu..
Tetapi hati-hati dengan cinta yang dipahami sebagai perasaan romantisme belaka. Artinya, hanya kebetulan ada perasaan attracted atau passion (khususnya kaum remaja yang sedang bertumbuh dalam hormon seksual, sehingga daya tarik seksual lebih kuat daripada daya tarik pribadi). Misalnya melihat wajah cantik, kekayaan atau kepandaian; atau karena adanya kesempatan tertentu, karena sering ketemu kemudian muncul perasaan “cinta” (witing tresno jalaran soko kulino). Orang bilang “cinlok” alias cinta lokasi.
Bila Cinta Anda Ditolak
Bila Anda akan menyampaikan perasaan sayang atau cinta, harap menyiapkan diri andai cinta anda ternyata ditolak. Mengapa?
Jangan lupa sebagian sahabat menaruh perhatian kepada kita, bukan karena dia mau menjadi pacar kita. Tetapi dia hanya merasa cocok atau nyambung dengan kita. Atau dia merasa Anda sebagai kakak atau abang yang menyenangkan. Biasanya sahabat Anda akan menolak dengan baik.
Yang menyakitkan adalah jika tidak ada tanda-tanda, Anda langsung nembak sasaran. Bisa-bisa yang bersangkutan menolak dengan ketus, dengan nada merendahkan.
Jika cinta ditolak, wajar Anda menjadi sedih, kecewa dan marah. Semua perasaan itu bisa muncul. Perasaan tertolak adalah salah satu pengalaman menyakitkan bagi siapapun. Namun yang terpenting apakah Anda membiarkan diri terus menerus dirundung kekecewaan, kesedihan dan kemarahan. Atau Anda berusaha bangkit kembali, dan mencoba menata ulang perasaan, hidup dan masa depan.
Bila Cinta Diputus Sepihak
Hal yang lebih sakit adalah saat anda sudah berpacaran sekian lama, kemudian diputuskan sepihak oleh pacar. Reaksi umum adalah sedih, kecewa dan marah. Harus Anda sadari bahwa pacaran adalah masa saling mengenal dan belum mengikat. Jika salah satu dari kalian merasa tidak cocok, wajar saja dia memutuskan hubungan. Termasuk jika dia ternyata menemukan cowok atau cewek yang menurutnya lebih oke daripada Anda.
Jika dia memutuskan itu artinya dia tidak mencintai Anda lagi. Ini adalah tanda bahwa dia tidak lagi merasa cocok. Jangan pernah mengemis cinta. Cinta sejati memberi tanpa diminta. Jadi jika cinta pasangan Anda sudah tawar dan dia pindah ke lain hati, maka lebih baik menahan diri.
Cinta sejati dalam pacaran menautkan dua hati. Tidak boleh hanya satu pihak yang mencintai. Tidak boleh Anda memaksakan cinta Anda untuk diterima. Jangan sampai Anda mengancam pacar Anda. Itu tanda Anda tidak matang. Intinya, jangan pernah membangun hubungan cinta di atas perasaan takut. Dalam cinta sejati tidak ada ketakutan. Yang adalah keberanian, sejahtera dan penguasaan diri.
Membuka Lembaran Baru
Jika relasi kita retak dan patah, apa yang kita lakukan? Saya meminjam istilah Samuel Mulia di Kompas Minggu 3 Juli 2011:
Janganlah punya mental perekat (pengelem). Relasi atau hubungan itu laksana sebuah gelas. Kadang lebih baik kita membiarkannya pecah daripada mencoba melukai diri sendiri dengan berusaha memperbaikinya seperti sedia kala. Tulisannya yang berjudul “Patah” mengajak kita belajar berani melihat keretakan hubungan, kemudian membiarkannya patah/pecah. Lalu kita bisa melanjutkan perjalanan baru. Jangan menjadi “tukang lem”, yang berusaha mengelem ulang keretakan hubungan. Kita akan lelah sendiri membenahi keretakan itu. Mengapa tidak “membeli” gelas baru! Gelas yang memberi harapan dan semangat baru. Asal kita bijak memilih gelas baru tersebut. Intinya jangan buang energi Anda secara sia-sia hanya untuk merekatkan hal yang tak mungkin lagi diperbaiki.
Dalam penutupnya Samuel menulis: Saya harus belajar berani kehilangan dan berani menempuh sebuah perjalanan baru meskipun untuk kehilangan selalu saja bisa terjadi. Membiarkan itu patah juga supaya saya tidak egois, supaya teman saya itu bisa bahagia. Karena upaya saya menyambungkan kembali belum tentu membahagiakannya.”
Nah, jika Anda diputuskan pacar maka belajarlah menerima kenyataan ini sambil berpengharapan menatap masa depan. Bahwa sesungguhnya ada calon teman hidup terbaik yang disiapkan-Nya bagi Anda. Hanya perlu sedikit kesabaran. Biarlah rasa sedih, sakit, pahit, marah dan kecewa Anda alami sesaat. Menangislah sepuasnya sekarang daripada Anda menderita selamanya.
Jika engkau salah memilih dan akhirnya menghasilkan pernikahan yang buruk hanya Lebih ironis lagi tindakan Anda “membunuh” generasi ke atas.
Akhirnya bagi Anda yang sedang “merasa terlambat” mendapat teman hidup saya ingatkan, “Lebih baik terlambat daripada engkau salah memilih”. Bila salah mempersiapkan diri dan salah memilih, biayanya terlalu mahal! Itu hanya merupakan tindakan “bunuh diri” dan mempersiapkan “neraka” untuk diri Anda dan keturunan Anda sendiri. Karena itu bijaklah bersahabat dan memilih calon teman hidup.
Janganlah pernah mengemis cinta. Cinta sejati tidak bertepuk sebelah tangan. Jangan pernah membangun hubungan cinta di atas perasaan takut. Dalam cinta tidak ada ketakutan, sebaliknya keberanian, sejahtera dan penguasaan diri.
JuliantoSimanjuntak.com
Dari Buku BANYAK COCOK SEDIKIT CEKCOK, Bahan Panduan Konseling Pranikah
KELUARGA KREATIF
Senin, 19 September 2016
Jangan menikah karena...(2) by mas Gun
JANGAN MENIKAH KARENA… (2)
Berikut adalah ha-hal lain yang tidak boleh menjadi alasan untuk menikah.
WAJAH ATAU BADAN YANG INDAH
Tidak salah menikah karena didasarkan pasangan memiliki wajah dan badan yang indah. Namun perlu disadari bahwa wajah atau badan akan berubah seiring waktu.
Pada umumnya setelah usia 40 ketika orang memasuki fase usia tua awal, perubahan fisik mulai terjadi secara berarti, Bahkan wanita sangat mungkin mengalami perubahan fisik setelah melahirkan.
Seorang pria ketika mengainjak usia 40 ke atas, kariernya mulai menapaki puncak. Dia akan tampil di masayarakat.Kalau dia dulu sangat bangga karena istrinya seorang yang jelita, mungkin akan mengalamirasa malu atau sedih, karena justr ketika dia akan tampil di masyarakat, bentuk fisik istrinya mengalami perubahan. Apakah dengan uang yagn dimilikitidak bisa melakukan perawatan fisik ? Sebagian bisa, sebagian tidak.
Seorang wanita yang menikah karena suaminya gagah, bisa menjadi kecewa, ketika menginjakusia40 tahun suaminya berubah menjadi gendut atau menampakkan ketuaan.
Saya memiliki sepasang teman dimana ke duanya dulu pria dan wanita yang indah. Mereka menikah sebagai pasangan yang cantik dan gagah. Sangat ideal.
Kami bertemu setelah usia 40 tahun. Saya sangat terkejut, sebab teman pria saya kelihatan tua, dan teman wanita itu sekalipun badannya tidak gemuk, tapi pipiny kempot dan matanya kelihatan cekung.
Saya tidak tahu apakah mereka berdua punya masalah dengan perubahan bentuk fisik itu. Tetapi perubahan itu sangat mencengangkan saya.
Setiap orang yang akan menikah karena pasangannya berwajah dan berbadan indah perlu mengkaji betul-betul apakah siap ketika beberapa tahun ke depan pasangannya akan berubah.
TUNTUTAN USIA
Ketika usia mulai mendekati 30 , seorang wanita bisa mulai cemas karena sangat sering ditanyai keluarga besar atau teman-teman, kapan akan menikah. Apalagi kalau para penanya menambahkan, “ Mbok jangan pilih-pilih nanti ga dapat psangan lho” atau “ Ingat lho, usiamu sudah berkepala 3”
Keadaan bisa terasa semakin buruk ,apabila yang berprihatin dengan keadaannya adalah orang tuanya. Dia bisa merasa gagal untuk menyenangkan orang tuanya karena belum menikah.
“Desakan-desakan” sosial itu bisa membuat dorongan kuat untuk menikah. Dan keadaan itu bisa membuat menikah dengan siapapun yang mau, tanpa membuat pertimbangan-pertimbangan masak berdasar nilai-nilai pernikahan.
Orang bisa tidak membuat pertimbangan apakah pasangannya memiliki kriteria yang sesuai dengan harapanya.Banyak hal dikesampingkan demi memenuhi “tuntutan-tuntutan” orang tua , keluarga, atau lingkungannya.
Persoalan yang perlu dipikirkan adalah pernikahan itu bukan hanya acara pengesahan atau resepsi. Pernikahan berjalan bertahun-tahun , bisa puluhan tahun.Di dalam pernikahan itu terjanlin relasi kedua pribadi yang mencakup nilai-nilai kehidupan. Kalau nilai-nilai ini dikesampingkan demi terjadinya pernikahan, pasti akan terjadi konflik yang panjang . Dan pernikahan yang dulunya bermaksud menghindarkan dari penderitaan karena tekanan sosial, malah membawa ke dalam penderitaan yang panjang dan seringkali tidak terselesaikan.
Dan penderitaan itu juga akan menimpa anak-anak yang hadir dalam pernikahan itu.
Ironisnya ketika penderitaan itu terjadi, orang-orang yang “mendesak” atau sering menanyai itu sudah tiada. Yang pasti mereka tidak akan ikut bertanggung jawab dalam penderitaan itu. Mereka bertanya, mereka seakan-akan memberitahu kalau tidak menikah itu salah atau kurang, namun mereka tidak akan ikut memberi pertolongan ketika penderitaan itu terjadi.
HAMIL DULUAN
Dinamikia kehidupan masayarakat saat ini membuat hubunga seksmudah sekali terjadi. Tidak sedikit mahasiswa atau bahkan pelajar telah melakukan hubungan seks. Ada yang dengan pacarnya tapi juga ada yang dilakukan dengan yang bukan pacarnya.
Dan relasi seksual itu ada yang membuat hamil. Kehamilan yang belum waktunya itumendatangkan rasa malu. Jalan keluar yang dilakukan adalah menikahkan.
Ada yang menikahkan dengan yang menghamili atau ada juga yang menikahkan dengan pria lain yang mau, kalau dirasa pria yang menghamili dianggap tidak layak.
Pernikahan yang demikian adalah pernikahan yang dipaksakan. Pernikahan yang dipaksakan tentu tidak didahului dengan persiapan-persiapan. Tidak ada pergumulan apakah pasangannya cocok dengannya atau tidak. Dengan demiikian pasangan itu juga tidak siap untuk menjalani satu tanggung jawab yang panjang yang akan dialami dalam pernikahan.
Seringkali juga secara waktu belum siap, jadi belum mampu untuk melakukan tuntutan-tuntutan yang sewajarnya terjadi dalam pernikahan.
Jadi pernikahan paksaan itu mendatangkan pernikahan yang tidak siap. Pernikahan demikian sangat rapuh dan tentu tidak mendatangkan kebahagiaan. Dan pengalaman tidak bahagia itu tidak hanya dialami oleh yang menikah, tetapi oleh anak-anak yang akan dilahirkan dalam pernikahan itu.
Pernikahan karena hamil duluan perlu sungguh-sungguh dipikirkan dengan serius. Sebaiknya pernikahan jangan dilakukan semata-mata karena kehamilan. Kesusahan yang dialami bisa sangat besar.
TUNTUTAN EKONOMI
Ada yang menikah karena tuntutan ekonomi. Seorang wanita menikah karena keluarganya terhimpit persoalan ekonomi. Dia harus menikah supaya orang tuanya berkurang bebannya. Atau malah orang tua bisa mendapat dukungan keuangan karena ia menikah dengan orang yang kaya.
Ada orang yang menikah karena dirinya memang ingin meningkatkan taraf hidup.Karena itu dia mau menikah karena pasangannya kaya. Seorang gadis mau menikah dengan orang yang kaya, sekalipu n usia jauh lebih tua. Seorang pemuda mau menikah dengan janda ( yang lebih tua ) karena janda tersebut kaya.
Pernikahan karena tuntutan ekonomi akan membawa ke dalam relasi yang lemah. Kekayaan bisa hilang dalam sekejap. Selain itu relasi pernikahan tidak bisa hanya berdasar keuangan. Relasi melibatkan saling memenuhkan berbagai kebutuhan. Tentu kalau pemenuhan berbagai kebutuhan itu tidak menjadi pertimbangan di awal, akan memuncukan kekosongan pemenuhan kebutuhan. Dan pada akhirnya mendatangkan berbagai kesusahan.
PEMUASAN SEKSUAL
Salah satu fungsi pernikahan adalah untuk mendapatkan pemenuhan kepuasan kebutuhan seksal. Namun kalau pemuasan kebutuhan seksual ini menjadi dasar utama, makan orang akan kecewa.
Seorang pria menikahi seorang wanita karena wanita itu dilihatnya bisa memberi kepuasan secara seksual.Pria tersebut bisa kecewa karena penglihatan mata dengan kemampuan riil wanita untuk memberi kepuasan secara seksual bisa berbeda.
Demikian juga seorang wanita menikah dengan seorang pria, karena pria tersebut dianggap bisa memberi kepuasan seksual. Wanita tersebut bisa juga kecewa, sebab seorang pria yang gagah sekalipun tidak identik dengan kemampuan seksualnya.
Bagaimana kalau sebelumnya sudah mengalami relasi seksual, lalu merasa cocok dengan orang tersebut secara seksual ? Bukankah itu tidak salah lihat ?
Yang perlu diingat relasi seksual itu melibatkan banyak hal. Relasi seksual di luar pernikahan, hanya untuk senang-senang, tidak ada unsur pertautan tanggung jawab kehidupan lainnya.Relasi seksual seperti itubisa menyenangkan ( tapi tentu bukan kepuasan yang penuh ), akan tetapi setelah menikah relasi seksual itu bisa malah tidak memuaskan. Mengapa? Sebab pernikahan memiliki banyak aspek, dan tidak terpenuhinya banyak aspek ini membuat relasi seksual tidak lagi memuaskan.
Selain itu perlu diperhatikan bahwa kemampuan seksual seseorang itu ditentukan oleh banyak faktor. Faktor kesehatan fisik dan jiwa. Kalau terjadi gangguan dalam hal tersebut maka kemampuan seksual akan berkurang.
Bagi pria, kemampuan seksual juga akan berkurang dengan bertambahnya usia. Wanita relatif bisa lebih bertahan dalam kemampuan seksual sekalipun usia bertambah, namun tidak demikian dengan pria. Mendekati usia 50 kemampuan akan berkurang. Apalagi kalau adabeban fisik dan jiwa.
Relasi seksual penting,namun sebaiknya tidakmenjadi dasar untuk menikah.
Sumber http://www.kompasiana.com/gunawansriharyono/jangan-menikah-karena-2_5517679181331172689de14c
Jangan menikah karena... by mas Gun
JANGAN MENIKAH KARENA....
PERASAAN TERTARIK YANG MENGELORA
Orang mengira bahwa perasaan tertarik yang menggelora adalah bukti cinta yang sungguh-sungguh. Dengan perasaan itu orang berani datang mengatakan mencintai sesorang dan mengajak menikah karena perasaan yang kuat akan menjadi pengikat yang kuat kesatuan mereka.
Apalagi kalau perasaan itu bersift timbal balik.
Akan tetapi harus disadari perasaan itu bersifat menikmati. Dengan demikian perasaan cenderung egois. Perasaan ketika diberi tempat utama akan membuat pikiran meredup dan menguasai kehendak.
Pada waktu itu, seseorang tidak bisa berpikir dengan lengkap. Orang tidak bisa menilai bahwa pernikahan itu memiliki dimensi2 yang luas. Pernikahan menyatukan 2 pribadi, bahkan juga seringkali menyatukan 2 kelarga besar.
Karena itu begitu banyak yang harus dibicarakan, untuk itu tidak cukup dengan perasaan, bahkan sekalipun perasaan itu begitu menggelora.
Perasaan itu karena bersifat menikmati, maka mudah meredup dan hilang, ketika harus berhadapan dengan kerugian atau luka. Padahal dalam kesatuan 2 pribadi itu pasti akan terjadi luka melukai dan memerlukan adanya pengorbanan untuk terjalinnya kesatuan yang mendalam.
Maka tidak heran, pernikahan yang nampkanya dimulai begitu indah cepat sekali menjadi suram, karena perasaan yang hilang. Orang mengatakan tidak ada cinta lagi.
Perasaan penting, tetapi harus disertai pemikiran yang mendalam. Pikiran harus dipakai untuk mencari apakah ada nilai-nilai yang cocok atau saling menerima. Pikiran harus dipakai untuk menilai apakah punya kemampuan untuk menanggung kekurangan dan berkorban untuk pasangannya.
Perasaan adalah alat untuk menikmati hubungan, sehingga memberi keindahan, tetapi bukan dasar yagn kuat untuk menyatukan.
MENDAPATKAN PENGGANTI ORANG TUA
Ada seorang pria yang ingin menikahi seorang wanita karena ia seperti ibunya. Demikian juga seorang wanita ada yang mau menikah dengan seorang pria karena pria tersebut menyerupai ayahnya.
Dia seolah menemukan orang yagn bisa mengerti dan menerima, serta bisa memperlakukannya dengan tepat. Dan dengan menemukan orang seperti itu, dia merasa akan berbahagia bila menikah dengannya.
Bisa jadi pernikahan dengan dasar demikian bisa berjalan. Namun perlu disadari bahwa setiap orang memiliki kekhususan, tidak bisa menjadi orang lain. Seorang wanita tidak bisa menjadi ibu. Mungkin dia punya sifat yagn sama, tetapi dia punya pengalaman hidup yagn berbeda. Pengalaman hidup ini membentuk kepribadiannya secara khas.
Karena itu dia tidak akan bisa berlaku sebagai ibu atau ayahnya. Kalau dituntut seperti itu pada suatu saat dia akan mengecewakan, dan yang menuntut juga akan kecewa. Sebab dia akan menampakkan kehidupannya sendiri berdasar kepribadian yang terbentuk selama ini.
Mungkin seseorang mengagumi ayah atau ibunya, dan pingin memiliki suami atau isteri seprti orang tuanya. Namun perlu disadari hal itu tidak boleh dimutlakan. Orang-orang yang memiliki keterikatan dengan orang tuanya ( ayah atau ibunya ), perlu menilai dirinya dan perlu bertumbuh supaya kebergantungannya untuk hidup dengan pribadi seperti ayah atau ibunyan itu hilang.
Seorang yang mau menikah harus siap menerima pribadi pasangannya secara khas, jangan disamakan engan orang lain. Dan dengan demikian dia akan bisa menikmati hubungan dengan pribadi yang khas itu seumur hidupnya.
MENDAPATKAN ORANG YANG MIRIP DENGAN KEKASIHNYA YANG LALU
Seorang yang kehilangan kekasih yang dulu sangat dicintainya, mengharapkan mendapat orang yagn sama. Ketika dia merasa menemukan orang itu, maka dia ingin menikahinya.
Namun tentu dia akan segera kecewa, sebab orang tersebut tidak akan persis sama dengan kekasihnyan yang lalu.
Sebagaimana penjelasan sebelumnya, setiap orang memiliki kepribadian yang khas. Jadi dia harus menikah dengan pribadi yang khas itu.
Karena iut ketika seseorang putus dengan kekasihnya, apapun penyebabnya, dia perlu cepat menyelesaikannya. Jangan biarkan sakit hati berkelamaan, atau terus mengharapkan kekasih itu.
Apabila dalam situasi sakit itu dia ketemu dengan orang lain, dan dia merasa cocok, besar kemungkinan dia akan mengharapkan orang tersebut berlaku seperti kekasih lamanya. Dan tentu dia akan kecewa, pasangannya juga akan kecewa.
MENDAPATKAN ORANG UNTUK MENGOBATI LUKANYA
Tidak sedikti orang yagn terluka.
Pertama dia mungkin terluka karean hubungan pacaran yang terputus. Mungkin dia dikhianati , ditinggal, atau karena alasan orang tua. Keadaan terluka ini sangat berbahaya untuk menjalani pernikahan. Sebab pernikahan akan dipakai untuk mengobati luka itu. Pasangannya akan diperlakukan sebagai obat atau tabib.
Pasangan yang diperlakukan demikian tentu akan terluka juga pada akhirnya. Sebab dia sendiri membutuhkan obat dari luka-luka yang dialami dari perjalanan hidupnya di masa lalu.
Pernikahan seperti itu memiliki dasar yang sangat rapuh, sebab pernikahan harus didasarkan kepada keputusan untuk saling memberi dan menerima, saling berkorban. Pernikahan juga punya maksud untuk mewariskan nilai-nlai kehidupan kepada anak2nya.
Pernikahan yang dimaksudkan untuk mengobati akan merusakkan pernikahan itu sendiri. Pernikahan memang juga punya fungsi untuk saling mengobati, tetapi itu saling dan merupakan bagian dari fungsi2 kehidupan pernikahan yang besar. Pernikahan tidak dimaksudkan untuk menjadi lembaga terapi.
Celakanya , dalam hubungan pria wanita ada sindroma "juruselamat". Banyak orang ingin menjadi penyembuh, terapis, atau pembebas bagi pasangannya. Ketika bertemu dengan orang yagn bermasalah, apalagi luka2 karena putus cinta, akan merasa sangat berarti apabila bisa menyembhkannya. Dan dia berpikir dengan menikah bisa menyembuhkan.
Jadi seringkali pernikahan bisa terjadi antara "pasien" dan "terapis" . Ada kebergantungan antara keduanya. Tetapi karena pernikahan itu punya kebutuhan dan tanggung jawab yang lebih luas, maka pernikahan seperti ini tentu akan terjerumus dalam keadaan saling melukai satu sama lain.
Pernikahan yang didasarkan pada relasi seperti di atas akan membahayakan anak2. Anak2 yang lahri tidak akan mewarisi nilai-nilai tetapi akan mengalami akibat dari luka-luka orang tuanya itu.
Ke dua, luka-luka karena hubungan dengan orang tua. Apabila seseorang masih memiliki luka-luka batin karena perlakuan orang tua, lalu menikah, maka pernikahan itu tentu akan membuat luka pasangannya dan melukai dirinya juga. Keterangannya seperti yang telah ditulis di atas.
Sebelum memutusakn menikah, hendaknya dia telah disembuhkan dari luka-luka itu,
Dengan demikian dia akan memasuki pernikahan dengan pikiran, perasaan, dan kehendak yang sehat, dan mampu menjadi pribadi yang utuh.
Dengan kepribadian yang utuh, dia siap untuk saling menerima, saling memberi, dan saling mendukung.
Artikel selanjutnya :
Jangan Menikah Karena....(2 )
http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2012/09/08/jangan-menikah-karena2/
Sumber http://www.kompasiana.com/gunawansriharyono/jangan-menikah-karena_55175506813311cb669de4f1
Cinta sejati by mas Gun
Kisah 1
Bu Sri telah berusia 60 tahun. Anak-anaknya sudah berkeluarga semua dan karenanya Bu Sri telah diarunai beberapa cucu. Menurut banyak orang , keluarga Bu Sri adalah keluarga yang berbahagia. Hubungan dengan suaminya kelihatan rukun dan menyenangkan.
Akan tetapi tidak ada yang tahu, kalau Bu Sri menyimpan memori. Di tempat yang tersembunyi dia menyimpan satu foto pria. Foto itu kadang-kadang dilihat. Namun segera disembunyikan lagi.
Selain itu, setiap kali ada reuni SMA , Bu Sri selalu bersemangat untuk ikut. Dan dengan cara yang sangat halus ia akan berusaha untuk bisa duduk dekat dengan seorang teman pria. Pria itu adalah yang ada di foto yang kadang-kadang dilihatnya. Ya, Pria itu bernama Anto.
Anto adalah teman sekelas Bu Sri sewaktu SMA. Anto pernah mendekati Bu Sri dan mereka pernah jadian. Hubungan mereka berjalan beberapa waktu, hingga semester awal di PT. Akan tetapi karena jarak mereka berjauhan, mereka jarang berjumpa. Saat itu ada pria yang telah mapan sering main ke rumah. Orang tua Bu Sri sangat senang dengannya, karena sopan, mapan, dan gagah. Sementara itu Anto jarang pulang dan jarang berkirim surat. Sampai akhir kuliah, kabar Anto tidak jelas. Akhirnya karena doronga orang tua nya, Sri tidak bisa mengelak pinangan pria yang rajin mengunjunginya. Pria itu sangat baik, dan menjadi suami yang sangat baik. Akan tetapi dalam lubuk hati yang terdalam Sri, ada seseorang yang tetap tinggal yang sebenarnya dulu dia nanti-nantikan.
Sementara Anto sendiri karena harus berjuang untuk hidup dan kuliah, tidak bisa selalu berpikir tentang Sri. Dan ketika dia selesai kuliah, lalu berkunjung ke Solo, dia mendapat kabar Sri sudah menikah. Anto pun dirundung duka. Namun segera Anto mendapat ganti teman kuliah yang juga seorang wanita yang baik.
Pertemuan dalam reuni memberikan suasana yang tertentu kepada Bu Sri. Rasa yang senang, semangat, dan membuat wajahnya sumringah. Karena itu reuni SMA adalah acara yang selalu dinanti-nantikannya.
Kisah 2
Joko seorang pengusaha yang sukses. Namun dalam usia nya yang sudah 50 tahun, Joko tetap sendiri. Selain harta cukup, Joko seorang yang ganteng, dan baik hati. Banyak sekali wanita, baik muda, maupun seumur, yang mendekatinya. Akan tetapi tidak ada satupun yang berhasil merebut hatinya. Para pegawainya tidak ada yang tahu mengapa Pak Joko tidak mau menikah, padahal tidak kelihatan kalau ada kelainan.
Bahkan keluarganyapun tidak tahu mengapa Joko tidak mau menikah. Mereka hanya tahu Joko punya beberapa teman dekat, dan salah satunya bernama Wulan. Namun sejauh yang mereka tahu, hubungan itu juga hanya hubungan pertemanan biasa.
Joko memang seorang yang tertutup, khususnya dalam hal hubungannya dengan wanita. Hanya beberapa teman dekatnya yang tahu, namun mereka pun tidak mau membuka hal tersebut, demi menghormatinya.
Memang Joko mencintai Wulan. Sayang, Wulan lebih tertarik kepada teman kuliahnya. Wulan hanya menganggap Joko sebagai sahabat baik. Tidak lebih dari itu. Akan tetapi Joko sulit sekali melepas perasaannya dari Wulan. Dia sulit berpindah ke lain hati. Karena itu sekalipun banyak wanita ,bahkan lebih cantik dari Wulan, hatinya tetap melekat pada Wulan. Waktu tidak mengubah perasaannya.
Apakah ke dua kisah tersebut menunjukkan cinta sejati?
MENINJAU ANGGAPAN CINTA SEJATI
Ada beberapa anggapan tentang cinta sejati.
Pertama adalah perasaan tertarik terhadap seseorang dan selalu ingin bersamanya. Tidak ada kebahagiaan kalau tidak dengan dia. Perasaan itu bertahan terus, tidak bisa digantikan dengan yang lain.
Kedua adalah perasaan tertarik kepada seseorang. Perasaan ingin bersamanya, akan tetapi ingin membahagiakannya. Ingin menyenangkannya, dan merasa hanya dirinya yang bisa membahagiakannya.
Ketiga adalah perasaan tertarik kepada seseorang. Perasaan ingin membahagiakannya. Ingin bersamanya, akan tetapi rela tidak memilikinya,asal dia bahagia. Perasaan itu tidak hilang dan hanya untuk dia, namun puas kalau melihat dia bisa menikmati kebagahagiaan.
Ke empat adalah perasaan saling tertarik yang tidak pernah berakhir.Perasaan saling ingin membahagiakan, dan rela bila saling tidak memiliki demi kebahagiaannya. Perasaan itu tetap bertahan dalam waktu yang lama.
Bagaimana anggapan yang seperti itu ?
Anggapan pertama dan kedua jelas bukan cinta sejati, karena unsur keinginan pada diri sendiri lebih kuat. Hal tersebut hanya perasaan egois saja. Perasaan untuk dipuaskan. Sekalipun yang ke dua nampak lebih baik,akan tetapi anggapan bahwa hanya dia yang bisa memberikan kebahagiaan, jelas sikap yang keliru, karena cinta haruslah bertepuk ke dua tangan. Artinya tidak bisa salah satu pihak membuat pernyataan bahwa dirinyalah yang bisa membahagiakan pihak yang lain,sementara pihak yang lain tidak diperdulikan.
Bagaimana yang ke tiga dan ke empat? Mari kita menelitinya
MEMAHAMI CINTA SEJATI
Cinta melampui perasaan tertarik yang lama.
Cinta memang mengandung unsur tertarik, bahkan boleh dikatakan unsur yang penting. Akan tetapi tidak cukup hanya unsur tertarik. Cinta harus dengan kesadaran bisa hidup bersama. Hidup bersama membutuhkan unsur-unsur yang lebih dari ketertarikan. Kemampuan untuk mengerti,kemampuan untuk menerima, kemampuan untuk bertanggung jawab merupakan unsur-unsur utama dalam relasi Ketertarikan kepada seseorang belum tentu disertai kesanggungpan hidup bersama.
Orang yang menyimpan perasaan ( saling ) tertarik setelah saling menikah ( bahkan setelah sekian tahun), bisa memakai hal ini untuk “menghentikan”perasaan tersebut, sebab belum tentu kalau hidup bersama, mereka bisa menikmati kebahagiaan.
Cinta itu untuk membahagiakan
Mencintai itu untuk membahagiakan orang lain. Orang yang mengejar kebahagiaan sendiri adalh orang yang eogis, dan jelas tidak mampu mencintai. Karena itu orang yang kecewa atau sakit hati karena cinta terputus oleh sebab apapun, tidak bisa mencintai. Hanya bisa punya perasaan tertarik yang ingin dipuaskan.
Orang yang memiliki perasaan yang terpendam lama dan masing-masing sudah menikah berada dalam bahaya sedang melukai orang lain.
Perasaan kepada seseorang yang sudah menikah, bisa mengganggu dia yang sudah menikah itu. Kalau dia tidak punya perasaan, dia bisa merasa terganggu kalau tahu masih dicintai ( di”perasaani”). Kalau dia juga masih punya perasaan, maka bisa membuat relasi dengan pasangannya berada dalam bahaya. Relasi itu tidak ditopang oleh perasaan yang utuh. Rumah tangga itu berlobang.
Demikian juga pihak yang memiliki perasaan itu berarti tidak memiliki perasaan yang utuh kepada pasangannya. Rumah tangganya sendiri berlobang. Anak-anak hidup dalam tenda cinta yang tidak utuh. Rumah yang bocor dan dengan demikian sedang menyiapkan anak-anak yang terluka.
Tidak baik pula seseorang membiarkan diri menderita karena cinta tidak sampai. Cinta tidak boleh membuat menderita. Hanya cinta yang sudah dalam pernikahan yang boleh hingga terluka.
Cinta itu berada dalam kebenaran
Cinta itu harus ditopang dengan kebenaran. Tidak boleh melanggar hukum. Seseorang yang terus memiliki perasaan tertarik kepada orang yang sudah menikah tentu melanggar hukum alam.
Pada saat seseorang menikah seharusnya dia memilki hubungan yang eksklusif dengan pasangannya. Kesatuan tubuh tanpa ada kesatuan hati sangat berbahaya. Kesatuan tubuh itu harusnya menyatukan segalanya. Karena itukesaatuan tubuh ada kesatuan roh. Jika kesatuan tubuh itu dinodai oleh tidak utuhnya kesatuan jiwa, maka kesatuan roh tidak terjadi. Dan kesatuan tubuh itu menjadi hambar, tidak berarti. Pernikahan berada dalam bahaya.
Dengan demikian cinta seharusnya berhenti ketika salah satu pihak menikah. Pernikahan adalah garis batas yang tegas untuk berhentinya cinta.
Cinta itu memiliki unsur waktu
Alangkah baiknya jika orang memiliki perasaan, lalu cocok hidup bersama, kemudian bisa menjalani hidup bersama. Cinta bisa dijalani hingga waktu yang pangjang, bahkan hingga mati.
Akan tetapi bisa salah satu meninggal, maka cinta itupun bisa ikut terkubur. Orang boleh memiliki cinta baru dan kemudian membangun pernikahan baru. Jika orang ditinggal mati pasangannya, lalu menikah lagi, akan tetapi masih terikat dengan mantan pasangan yang telah tiada, betapa malang orang yang diajak menikah itu.
Demikian pula cinta pun berhenti pada saat salah satu menikah.Jangan biarkan menyimpan perasaan itu berlama-lama. Dengan penuh kesadaran karena ingin membahagiakan maka melepaskan cinta itu. Jangan karena ingin membuat bahagia, tetapi tetap terus menyimpan perasaan itu. Sebagaimana dibahas di atas, hal itu akan membahayakan pernikahan ke duanya.
Dengan demikian cinta tidak bertahan selamanya. Hanya cinta di dalam pernikahan yang harus bertanhan selamanya. Cinta sebelum pernikahan berhenti ketika salah satu pihak menikah.
Cinta itu kesanggupan hidup bersama
Cinta yang sebenarnya dan teralisir dalam pernikahan, perlu disertai kesanggupan hidup bersama. Unsur penting dalam diri sendiri adalah kedewasaan hidup. Kedewasaan hidup ditunjukkan dengan sikap mendahulukan orang lain dan kesanggupan menerima orang lain.
Kesatuan dua pribadi tidak mudah. Latar belakang keluarga, pendidikan, pergaulan, dan temperamen, akan membentuk kepribadian seseorang. Perasaan tertarik seringkali tidak mencakup unsur-unsur tersebut. Banyak sekali orang yang semula begitu saling tertarik bahkan sepertinya sulit dilepaskan, namun akhirnya tidak mampu hidup bersama karena tidak mampu menerima satu sama lain.
Ada yang tidak mampu menerima cara pikir, kebiasaan-kebiasaannya, sikapnya terhadap uang, dsbnya. Ada juga yang tidak mampu menerima keluarga besarnya.
Jadi perasaan tertarik harus diteruskan belajar memahami kepribadian dan diuji apakah sanggup untuk menerimanya.
Jadi, apakah cinta sejati itu?
Sumber http://www.kompasiana.com/gunawansriharyono/cinta-sejati_5535af486ea8341620da432e
Minggu, 18 September 2016
Kapan Sebaiknya Mulai Berpacaran? by mas Gun
Tulisan ini tulisannya mas Gun..
Jgn lupa dengerin 94,3 fm or 846 am dr solo..
atau streaming www.jogjastreamers.com immanuel radio..
tiap senin jm 8-9 malem WIB...
Kapan sebaiknya berpacaran? Ini pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh pemuda-pemudi yang memikirkan relasi pria wanita secara serius. Orang yang bertanya demikian setidaknya tidak mau asal-asalan dan sudah berpikir bahwa pacaran bukanlah sekedar relasi karena dorongan rasa tertarik. Sebelum sampai kepada jawaban kapan berpacaran perlu dimengerti apa itu berpacaran , baru setelah itu bisa dimengerti kapan sebaiknya berpacaran. Pemahaman dasar tentang pacaran. Apa itu berpacaran? Ada yang beranggapan berpacaran adalah relasi pria dan wanita yang didasarkan cinta di luar pernikahan. Apakah itu nanti berujung ke pernikahan atau tidak adalah urusan nanti. Demikian juga relasi antara pria dan wanita yang masing-masing sudah menikah juga sering disebut berpacaran. Asal ada cinta dan sepakat untuk berelasi, maka jadilah relasi berpacaran itu. Dengan pengertian seperti itu maka seseorang mulai berpacaran pada saat mulai tertarik kepada lawan jenisnya. Karena ukurannya tertarik, maka tidak heran kalau anak yang masih bersekolah di Sekolah Dasar sudah berpacaran. Dan tentu dengan kondisi demikian banyak orang berganti-ganti pacar sebelum masuk dalam pernikahan. Pemahaman berpacaran seperti ini bisa menimbulkan persoalan. Persoalan pertama, relasi pria wanita bagaimanapun mengandung unsur relasi fisik. Apabila relasi itu sudah terjalin sejak muda, akan sangat sulit untuk tidak terjadi relasi fisik. Maka seseorang sudah mengalami relasi fisik sejak sangat muda sekali. Kedua, karena panjangnya waktu berpacaran menyebabkan bisa berganti-ganti pacar. Apabila sudah terjadi relasi fisik, maka seseorang akan punya pengalaman berelasi fisik dengan berbagai macam orang. Hal ini tentu akan membentuk kebiasaan, dan akan membahayakan apabila menikah. Dia bisa tidak puas dengan pasangannya. Ketiga, dengan membangun relasi atas dasar rasa tertarik saja dan bisa berganti-ganti, bisa menimbulkan kesulitan memahami perasaan tertarik yang bisa membawa relasi seumur hidup. Karena itu berpacaran yang didasarkan untuk terjalinnya relasi karena perasaan tertarik bukanlah pengertian yang baik. Pengertian yang disarankan. Pacaran bukanlah lembaga yang disediakan untuk terjalinya relasi pria dan wanita yang mengikat secara penuh. Lembaga yang menjadi wadah relasi pria wanita yang mengikat adalah pernikahan. Dan di dalam pernikahanlah segala aktivitas pria dan wanita yang menyatukan ke 2 nya bisa dilakukan, seperti relasi seksual, relasi ekonomi bersama, relasi sosial bersama, dll. Pernikahan itu juga dimaksudkan sebagai relasi yang mengikat seumur hidup dan di dalamnya di harapkan akan hadir anak-anak yang akan dididik dan dipersiapkan untuk kehidupan yang mandiri dan bertanggung jawab. Untuk terjadinya penikahan yang sehat perlu ada kesepakatan untuk menikah, persiapan dan pendalaman pengenalan. Maka pacaran adalah relasi pria dan wanita setelah sepakat untuk menikah dan sedang mengadakan persiapan dan pendalaman pengenalan dalam rangka kesatuan dalam pernikahan. Maka pacaran tidak cukup hanya didasarkan kepada rasa tertarik saja, tetapi memerlukan unsur-unsur lain yang akan menentukan sukacita relasi yang akan berlangsung seumur hidup. Unsur dalam Menentukan Kapan Pacaran Karena pacaran adalah relasi hasil kesepakatan untuk menikah dan masa persiapan, maka seseorang perlu menyiapkan dirinya untuk menuju ke pernikahan. Untuk itu diperlukan beberapa unsur yang menjadi pertimbangan. Biologis. Usia biologis berapa yang baik untuk menikah? Berdasar perhitungan medis disarankan usia 25 atau 26. Pada usia itu alat-alat reproduksi sudah matang dan masih bisa memiliki 2 sebelum sang wanita memasuki usia berisiko untuk hamil. Psikologis Seseorang keluar dari masa remaja pada usia sekitar 18- 20an. Maka pada usia 25-26 tahun ia telah mulai matang berpikir. Pada saat itu ia sudah bisa bertanggung jawab untuk menentukan apa yang harus dilakukan dengan akibat-akibatnya. Karena itu pasa usia ini seseorang sudah siap untuk menikah. Ia tidak lagi menjalin relasi hanya didasarkan pada perasaan atau gejolak masa pubernya. Sosial ekonomi Pernikahan mensyaratkan kemandirian secara sosial ekonomi. Ia bertanggung jawab untuk mencuukupi dirinya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Tidak baik orang yang menikah masih bergantung kepada orang tua. Demikian juga ia akan memisahkan dirinya dari orang tua dan berada di masyarakat sebagai unit baru , ditandai dengan punya kartu keluarga yagn terpisah dan diharapakan tentunya juga punya rumah yang terpisah. Untuk itu seseorang diharapkan sudah bisa membiayai dirinya sendiri dan keluarganya. Rata-rata orang lulus S1 pada usia 22-23. Jika ia lansung bekerja maka pada usia 25 baru bisa menata ekonominya . Sebelum itu tentu agak sulit untuk mengatur ekonomi. Dengan asumsi tersebut, maka secara sosial ekonomi kurang baik menikah di bawah 25. Kecuali bisa bekerja lebih awal. Demikian juga kalau pada usia 25 ternyata keadaan ekonomi belum mapan, maka kurang baik untuk menikah pada usia tersebut. Perlu menunggu waktu lebih lagi Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, pernikahan sebaiknya dilakukan pada usia 25. Lalu kapan sebaiknya berpacaran? Dengan memperhitungkan pengenalan dan persiapan, baik kalau pacaran dimulai usia 21atau 22. Apa Yang Dilakukan Dalam Berpacaran? Berpacaran bukanlah kesempatan untuk berduaan untuk bermesraan dengan berciuman atau relasi fisik lainnya. Berpacaran adalah pengenalan dan persiapan pernikahan. Setelah seseorang jadian, baik kalau menjadikan waktu-waktu awal untuk peneguhan akan keputusan yang telah diambil. Lakukan relasi untuk mengenal hidupnya sehingga benar-benar bisa mencocokan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Apabila benar-benar sudah tepat, maka relasi bisa diteruskan. Selanjutnya pakailah untuk mengenal lebih dalam lagi. Pengenalan ini bukan untuk menentukan ya atau tidak, tetapi untuk bisa berelasi dengan baik. Biasanya akan terjadi percecokan. Percecokan ini bisa dipakai untuk mempelajari kehidupan calon pasangan. Mengapa dia bersikap begini begitu. Mengapa saya berespon seperti ini dan itu. Selanjutnya apabila sudah mengenal lebih dalam , pakailah waktu yang ada untuk mempersiapkan pernikahan. Belajar apa itu pernikahan, apa saja tanggung jawab, dan bagaimana berelasi dengan pasangan, juga bagaimana memiliki anak serta mendidikanya. Baik kalau mengikuti bimbingan pernikahan. Banyak orang tidak memeprsiapkan pernikahan dengan baik, padahal ini aalah relasi yagn sangat penting. Pikirkan untuk menjadi sarjana, seseorang telah belajar mati-matian, tetapi tidak banyak yang belajar mati-matian untuk memasuki pernikahan. Kebanyakan orang beranggapan, nanti akan tahun dengan sendirinya. Namun kenyataannya banyak orang tidak tahu bagaimana membangun pernikahan dengan baik, sehingga banyak luka-luka di antara pasangan dan anak-anak mereka.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/gunawansriharyono/kapan-sebaiknya-mulai-berpacaran_5628ba9e56937372160ddee1
Selasa, 30 Agustus 2016
7 checklist PH
Btw mnurutku 60 itu nilai yg jelek..sebaiknya minimal rata2 batas tuntas deh..72 gtu..wkwk..tp yg jelas jgn menurunkan standar sih..
Apalagi kriteria utama..
Klo kriteria sekunder msh bisa..
7 Checklists dalam Memilih Pasangan Hidup dengan Sempurna -Ps. Philip Mantofa-
# Sharing dari Linda Qiu
Dalam memilih pasangan hidup yang sempurna kiranya kita berani dan berpengetahuan secara objektif dalam memilih. Karena Allah ialah sumber dari segala yang sempurna, namun memilih dengan sempurna adalah tanggung jawab kita kepadaNya. Checklists setiap pointnya dari ke tujuh points yang dijabarkan dengan bobot 60%. Bobot 60% adalah score minimal yang perlu dimiliki untuk pribadi seseorang agar pribadi tersebut dapat dikatakan layak atau tidak. Jika terdapat kurang dari 60% pada checklists tersebut maka jangan ambil orang itu sebagai pasanganmu.
1. Commitment to grow personally with Christ
Komitmen bertumbuh secara pribadi dalam Kristus (Filipi 2:12).
Garis bawahi bertumbuh secara pribadi. Artinya carilah orang yang imannya aktif, pribadinya berjalan bersama dengan Tuhan serta bukan orang yang bergantung imannya maupun hidupnya kepada kita. Lihat pribadinya bukan dari status orang tersebut saja sebagai Kristen tetapi lihat juga pertumbuhan imannya secara pribadi didalam Tuhan.
2. Vision to please God
Visi hidupnya untuk menyenangkan Tuhan (Filipi 1: 21-22a)
Lihat apakah hidupnya produktif dan tahu arah hidupnya mau kemana. Punya sasaran untuk Tuhan (Lewi/Fulltimer)-imam atau punya sasaran dalam Tuhan (sekuler)-raja.
Orang tersebut tahu arah hidupnya bagaimana kedepannya, punya gambaran apa yang akan hendak dicapai selama 1 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, 10 tahun kedepan dan hal yang ingin dicapai oleh orang tersebut. Orang tersebut bisa menggambarkan apa yang hendak dicapainya itu dengan jelas serta punya semangat antusias dalam menceritakannya, sehingga Tuhan senang dengan visinya. Misal salah satunya orang tersebut saat membuka usaha akan menyisihkan sebagian hasil yang di dapat untuk memperluas kerajaan Tuhan dan pekerjaaan Tuhan. Oleh karena itu, kita perlu dahulu mengenalnya sebelum ke arah selanjutnya.
3. Honest
Jujur (Lukas 16:10)
Ujilah orang tersebut baik pria maupun wanita pada perkara kecil, kita dapat melihat orang tersebut terbiasa akan kebohongan atau tidak. Ingat jujur itu berhubungan dengan ketulusan. Kita yang menilai apakah orang tersebut tulus atau tidak bukan dari pernyataan orang tersebut, perkataan orang terdekat maupun sekitarnya. Maka, itu kita perlu mengenalnya terlebih dahulu. Ingatlah ketulusan bukan kebodohan, ketulusan tidak berbelit-belit. Cerdas atau cerdik itu tidak berbelit-belit.
4. Mature & Responsible
(1 Korintus 13:11)
Kedewasaaan bukan dilihat dari umur, tetapi umur juga merupakan ukurannya namun bukan segalanya. Kenalilah pandangan hidupnya dengan cara hidupnya teratur dan tertib. Lihat action dan pandangan hidupnya. Ingat bila seorang itu berjanji apakah menepatinya atau tidak. Bergaul dahulu untuk melihat isi dari kedewasaan dan tanggung jawabnya dalam keseharian hidupnya. Satu hal jika terlalu banyak membicarakan dirinya sendiri tanpa mempertanyakan tentang Anda, maka orang tersebut belum dewasa. Misal: Jika kita akan memberi penilaian pada pria, bagaimana sikapnya gentlemen atau tidak, lihat bagaimana sikapnya ketika dihadapkan pada ada wanita yang membawa beban ditangannya, terlepas wanita itu cantik atau tidak, pria itu tertarik atau tidak. Apakah sikap pria tersebut hanya berpangku tangan atau siaga dalam membantu wanita tersebut.
5. Healthy Self Image
Gambar diri yang sehat (Matius 22:39)
Tidak ada seorang yang gambar dirinya 100% sempurna, karena gambar diri kita akan terus diperbarui. Namun, lihat bagaimana orang tersebut mengasihi dirinya ingat "bukan mengasihani". Lihat apakah dia bisa merawat dirinya, menangani dirinya, merawat barang-barang yang ada dalam kamarnya, apakah kamarnya rapih dan bersih minimal tidak seperti kapal pecah ya selama 365 hari sudah pernah disapu, dipel dan dilap. Bukan pribadi yang posesif atau pengekang yang tidak rasional. Kenallah terlebih dahulu orang tersebut benar-benar bisa merawat dan mengasihi dirinya atau tidak, seorang yang tidak bisa mengasihi dirinya mustahil bisa mengasihi kita.
6. Positive Attitude in Life
Sikap positif terhadap hidup (Filipi 4:4)
Bergaullah terlebih dahulu untuk melihat bagaimana sikapnya dalam pergaulannya kesehariannya. Lihat bagaimana sikapnya menghadapi kesulitan dan masalah, bagaimana emosinya. Attitude memang akan selalu diperbaharui, tetapi ambillah pasangannya yang attitudenya minimal scorenya 60%. Jika belum berubah sebaiknya jangan ambil dia sebagai pasanganmu.
7. Personal Chemistry
Jatuh Cinta (Kidung Agung 8:5-7)
Menikahlah dengan bestfriend mu dimana kalian sudah terjalin friendship dimana saling menghormati, menghargai dan menjaga. Ingat yah, bestfriend tidak sama dengan old friend. Old friend memang jauh lebih mengenal kita daripada bestfriend tetapi menikah dengan bestfriendlah dimana kalian saling memiliki ketertarikan. Jika tidak ada perasaan cinta yang tumbuh maka janganlah membawa hubungan kedalam pernikahan karena akan masuk pada pencobaan moral nantinya (selingkuh).
Point satu 1 s.d 6 berhubungan dengan karakter dimana adalah ini adalah untuk memastikan teman hidup Anda secara objektif tanpa terpengaruh oleh perasaan. Sedangkan point 7 adalah cinta, yang berkenaan dengan hal yang akan membawa masuk dalam pernikahan.
Semoga pengetahuan tentang 7 checklists dalam memilih pasangan hidup yang sempurna dapat memberikan kita pengetahuan dan hikmat dalam membuat keputusan untuk memilih pasangan hidup yang sempurna, serta dapat dipertanggungjawabkan dihadapan Allah.
Tuhan Yesus memberkati.
Senin, 07 Maret 2016
saat aku mencintainya lebih dr Tuhan (copas warungsatekamu)
Peristiwa ini aku alami saat masih kuliah. Pada masa-masa itu, aku selalu mengikuti kata hatiku sendiri.
Ben (bukan nama sebenarnya) dan aku sudah berteman baik selama 3 tahun. Pada tahun terakhir kuliah, hubungan persahabatan kami mulai tidak biasa. Kami lebih dari teman biasa, tetapi tidak sampai resmi berpacaran. Kami jelas saling menyukai, namun aku tahu bahwa menjalin hubungan khusus dengannya bukanlah sesuatu yang mudah karena ia suka main mata dengan perempuan.
Meski sudah sangat jelas ia orang yang seperti apa, aku memberanikan diri bertanya apakah ia akan membawa hubungan kami ke tahap selanjutnya. Jawaban singkatnya adalah: “tidak”. Ia merasa sudah puas dengan hubungan kami yang sekarang dan ia belum ingin terikat dengan siapa pun pada saat itu. Aku sebenarnya senang bisa dekat dengannya lebih dari sekadar teman biasa, sekalipun aku juga tidak yakin mau meneruskan hubungan kami yang serba tidak jelas. Namun, setiap kali aku mendoakannya, aku merasa tidak tenang, aku takut Tuhan akan menjauhkannya dari hidupku karena ia bukanlah seorang Kristen.
Sebagai orang yang baru saja menerima Kristus pada tahun kedua di kampus, aku sendiri punya banyak pertanyaan tentang Tuhan, tentang kekristenan, dan tentang cinta. Aku bertanya-tanya, “Mengapa orang Kristen tidak boleh berpacaran dengan orang non-Kristen? Bukankah Ben juga perlu diselamatkan? Bagaimana bila aku dapat meyakinkannya untuk menjadi seorang Kristen?”
Pada saat itu, aku merasa bahwa pembimbingku tidak mengerti dan tidak memberiku dukungan sama sekali. Setiap kali aku mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu, ia akan memberi jawaban yang sama, “Terlalu berisiko berpacaran dengan orang yang tidak seiman. Kalian berdua memiliki keyakinan yang berbeda. Apakah kamu mau nekad menjalin hubungan dengannya?” Lama-kelamaan aku memutuskan untuk tidak lagi berkonsultasi dengannya. Aku yakin bahwa aku tahu apa yang terbaik untuk diriku dan aku bisa menangani masalahku sendiri.
Jadi, hubunganku yang tidak jelas bersama Ben terus berlanjut—sementara hubunganku dengan Tuhan memburuk. Yang aku pikirkan setiap hari adalah apa yang dapat kulakukan bersama Ben atau ke mana aku bisa jalan-jalan dengannya. Aku berhenti berdoa dan tidak lagi menceritakan apa-apa tentang Ben kepada teman-teman Kristen-ku. Kalau sebelumnya perbedaan iman kami membuatku ragu melanjutkan hubungan dengannya, kini aku jarang sekali memikirkan bagaimana aku bisa membawanya untuk mengenal Tuhan. Aku hanya bisa melihat segala yang baik dari dirinya. Aku benar-benar buta terhadap kesalahan-kesalahannya.
Ternyata, masa-masa bahagiaku tidak berlangsung lama. Seiring berjalannya waktu, aku mulai melihat masalah-masalah yang ada dengan jelas. Tuhan mengeluarkan selumbar yang menghalangi pandanganku. Aku menemukan bahwa aku bukan satu-satunya gadis yang diperhatikan Ben. Awalnya aku pikir ia akan berubah. Lambat laun aku menyadari bahwa situasinya kian memburuk. Aku tidak bisa tahan lagi—dan akhirnya aku mulai berdoa. Doa seharusnya menjadi hal pertama yang aku lakukan, namun selama ini aku menghindarinya. Namun setelah aku mulai berdoa, segala sesuatu menjadi terang benderang. Betapa bodohnya aku yang berpikir aku bisa menangani semua masalahku sendiri!
Ben ternyata mengatakan hal-hal yang buruk tentang diriku kepada gadis lain. Ia mengarang-ngarang cerita untuk membuat gadis itu merasa kasihan dan peduli kepadanya. Ia mengaku bahwa ia harus menjaga hubungan baik denganku karena aku sedang “mengandung” dan ia ingin menjadi orang yang “bertanggung jawab”. Aku merasa sangat sakit hati dengan kebohongan itu, kami tidak pernah sampai berhubungan intim. Ia berbohong karena ia tidak mau kehilangan aku maupun gadis itu.
Aku merasa sangat terpukul dengan perbuatan Ben, namun pada saat yang sama aku menyadari bahwa kejadian itu menolongku melihat siapa Ben sebenarnya. Awalnya, aku sangat marah karena ia telah mencemarkan nama baikku dan aku ingin membalas perbuatannya. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah memaafkannya seumur hidupku.
Pada saat itulah Tuhan membawaku, putrinya yang hilang, kembali kepada-Nya. Ketika aku mencurahkan isi hatiku kepada Tuhan dan menyerahkan hidupku kepada-Nya, Dia memulihkanku dengan anugerah-Nya. Dia menunjukkan kepadaku bahwa aku tidak perlu larut dalam kemarahan dan tidak perlu mempertahankan hubungan itu.
Hubunganku dengan Ben pun berakhir. Aku bersyukur kepada Tuhan untuk semua hal yang telah kulewati. Melalui pengalaman yang menyakitkan itu aku belajar bahwa jalan-jalan Tuhan jauh melampaui jalan-jalanku, dan bahwa kasih-Nya tidak pernah berkesudahan. Sekalipun aku telah tidak taat dan keras kepala, Tuhan tetap menunjukkan kasih dan kesabaran-Nya kepadaku.
Mengingat kembali masa-masa itu, aku menyadari betapa aku dulu telah mengutamakan Ben lebih dari hubunganku dengan Tuhan. Jelas hubunganku itu sudah bermasalah sejak awal. Aku sadar, aku tidak menaati Tuhan saat bersikeras berpacaran dengan orang yang tidak seiman. Aku juga menyadari bahayanya mengutamakan pasangan kita lebih dari Tuhan, sesuatu yang cenderung dilakukan banyak orang, termasuk dengan pasangan yang seiman.
Apakah kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan? Apakah kita mengasihi Tuhan lebih dari pacar kita? Apakah kita cukup rendah hati untuk memohon pimpinan Tuhan?
Ketika kita mengandalkan pikiran kita sendiri atau mencoba untuk lari dari Tuhan, ada konsekuensi yang harus kita tanggung. Namun syukur kepada Tuhan yang berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Ketika kita datang kepada-Nya dan bertobat dari pilihan-pilihan kita yang salah, Dia akan menyertai dan membimbing kita kembali.
Jika kamu pernah mengalami apa yang aku alami, aku ingin mendorongmu untuk menyerahkan semua pergumulanmu di hadapan Tuhan dan tunduk sepenuhnya pada pimpinan-Nya. Tuhan memiliki rencana yang baik bagi setiap anak-anak-Nya, kita dapat mempercayakan hidup kita kepada-Nya
Minggu, 06 Maret 2016
Mengapa hubungan ini hrs berakhir? (copas www.warungsatekamu.org)
Sejak awal berpacaran, aku dan pacarku sudah memikirkan untuk membawa hubungan kami hingga jenjang pernikahan. Tidak pernah sekalipun terlintas di pikiranku bahwa hubungan kami pada suatu hari akan bisa berakhir. Tentu saja kami pernah berselisih pendapat, namun kami selalu bisa bicara baik-baik dan menyelesaikan setiap masalah kami bersama-sama.
Sebagai bagian dari persiapan kami untuk menikah, kami juga melatih diri kami dalam sejumlah disiplin rohani, seperti menghadiri persekutuan, berdoa, dan merenungkan firman Tuhan bersama. Namun, segalanya berubah saat aku menjalani studi di luar negeri.
Pacarku memang sudah menyatakan keberatan dengan keputusanku pergi ke luar negeri, namun aku tidak berpikir bahwa kepergianku itu adalah masalah yang serius. Hubungan kami sangat stabil dan sekalipun kami berada di dua negara yang berbeda, kami dapat berkomunikasi dengan mudah dengan teknologi yang ada saat ini. Lagipula masa studiku hanya satu tahun. Aku pikir hubungan kami akan baik-baik saja.
Namun, tak lama setelah aku pergi, hubungan kami yang sudah berjalan lebih dari dua tahun itu mulai retak. Ia mulai jarang menelepon dan mengirim SMS. Kalau pun ada, bicaranya singkat dan seperlunya saja. Pacarku tampaknya tidak tahan dengan hubungan jarak jauh. Aku mulai merasa cemas dan curiga bahwa ia menyukai orang lain di gereja. Kecurigaanku membuat hubungan kami memburuk, dan pada akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami.
Sendirian di negeri orang, aku merasa sangat terpukul dengan kejadian yang tidak terduga itu. Aku ingat pacarku pernah berkata, “Cinta itu adalah sebuah pilihan, bukan sebuah perasaan”—dan pernyataan itu membuat pikiranku dipenuhi banyak pertanyaan. “Bukankah kami sudah membuat pilihan untuk saling mencintai? Tidakkah kami hanya perlu bergantung kepada Tuhan dan semua masalah kami akan terselesaikan? Mengapa hubungan kami sampai harus berakhir?”
Namun peristiwa yang menyakitkan itu kemudian menyadarkanku bahwa kekaguman dan rasa cintaku kepada pacarku sesungguhnya telah melebihi kekaguman dan rasa cintaku kepada Tuhan. Harus kuakui bahwa selama berpacaran, kami pernah melakukan hal-hal yang tidak kudus. Kami tidak taat sepenuhnya pada kehendak Tuhan dan hampir tidak pernah berusaha mengubah atau memperbaiki perilaku kami. Rasa takut kehilangan membuat kami tidak bisa melihat betapa kami telah menjadi terlalu bergantung satu sama lain. Tanpa sadar aku menjadi berhala bagi pacarku, demikian pula sebaliknya.
Aku ingat akan sesuatu yang pernah menyentak pikiranku: tulisan Pendeta Zhu Hui Ci dalam sebuah buku yang berjudul Dear God, Where Is The Love You Promised Me? Tulisannya kurang lebih berkata, “Pernikahan diciptakan oleh Tuhan, pacaran diciptakan oleh manusia”. Tuhan dengan jelas menyatakan pernikahan seperti apa yang sesuai dengan kehendak dan rancangan-Nya, namun Dia tidak menentukan siapa yang harus kita nikahi. Dia memberi kita kehendak bebas dan kemampuan untuk memilih. Pacaran memberi kita kesempatan untuk belajar mencintai satu sama lain dan bersama-sama bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus. Sebab itu, bila dalam berpacaran muncul masalah-masalah mendasar yang tidak ada jalan keluarnya, kita bisa memilih untuk memutuskan hubungan tersebut. Tentu saja kebebasan ini tidak untuk digunakan seenaknya.
Berikut ini contoh kasus yang bisa kita pikirkan: Jika pacar kita seorang yang gila kerja sampai pada batas yang tidak bisa kita tolerir, akan sangat konyol kita kita berharap ia akan berubah setelah menikah. Memang, pacar kita bisa saja berubah suatu hari nanti. Tetapi, berharap ia akan berubah saja tidak menutup kemungkinan munculnya masalah dalam hubungan kita di kemudian hari. Memang, kita bisa meminta nasihat orang lain dan berusaha menyelesaikan masalah yang muncul itu bersama-sama. Tetapi, hal ini pun tidak menjamin masalah kita pasti terselesaikan. Jika kita melihat masalah tersebut akan membahayakan hubungan kita di masa depan, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengakhiri hubungan itu sebelum menikah. Dengan demikian, masing-masing pihak dapat berfokus menyelesaikan dulu masalah yang ada dalam dirinya.
Keberhasilan menurut kacamata dunia adalah meraih atau mendapatkan sesuatu, sedangkan kegagalan adalah kehilangan sesuatu itu. Namun, menurut kacamata Alkitab, ukuran keberhasilan adalah kasih. Kita gagal ketika kita tidak mengasihi. Dalam bukunya, Pendeta Zhu juga menulis: “Dalam kekristenan, kasih harus menjadi dasar dari segala sesuatu yang kita lakukan, termasuk saat kita memutuskan akan tetap melanjutkan atau mengakhiri hubungan dengan pacar kita.”
Melalui hubunganku dengan pacarku, aku sendiri telah mengalami apa artinya mencintai seseorang dengan sangat. Aku yakin pacarku juga mengalami hal yang sama. Namun, cinta jugalah yang membuatku akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami, dan menerima hal itu sebagai jalan keluar terbaik bagi kami berdua—sekalipun sebenarnya hal itu bukan sesuatu yang aku kehendaki.
Dalam doa-doaku, aku memohon agar Tuhan menolong kami berdua untuk mau selalu tunduk kepada pimpinan Roh Kudus, dan menjalani hidup kami masing-masing seturut dengan kehendak-Nya, selalu mengasihi Tuhan di atas segalanya
Jumat, 22 Januari 2016
Banyak cowok masuk dalam hidupku, manakah yang harus ku pilih?
mati 1 tumbuh 2..dst...
Tapi memang belum ada yg cocok sih jadi aku nggak takut melewatkan beberapa cowok itu dari SMP sampai beberapa saat lalu. Ada bbrp teman namun memang sedang investigasi ttg kepribadian mereka jadi perasaan masih netral. Hehe.. Terus nyari note lama ku ini d fb.. ku publish aja supaya menolong orang2 tdk galau. Msh byk hal penting yg bs dilakukan loh drpd mikir hal2 beginian.
Aku jualan buku ini lo..pesen aja di 085642051150..
Info Buku
judul:Banyak cowok masuk dalam hidupku, Manakah yang harus ku pilih?
penulis: Michelle Mckinney Hammond
Penerbit: Gloria Graffa
Pinjam di perpus gereja
Hikmat dan penerapan dari kutipan2 langsung penulis berhuruf miring berikut
1. Sebuah pepatah berkata : "Cowok itu seperti bus, jika kau ketinggalan salah satu bus itu, pasti akan ada yang lewat lagi". Namun yang harus penting kamu harus mengenali bus yang tepat untuk dinaikin.
Ini bukan berarti penulisnya mau meng-underestimate cowok lo…ni hanya perumpamaan, buat para cowok jangan tersinggung ye. Maksudnya adalah kadang cewek2 memang dilema antara beberapa pilihan. Dilema cinta segitiga, jajaran genjang, segilima, segienam, dll. Jangan sampe naik bus yg nyasar tujuannya. Misalnya kita mau ke Semarang, malah naik bus yg ke Jogja.Kan ga lucu banget.
Penerapan: aku gak takut melewatkan 1 orang atau bbrp orang jika memang tujuannya gak sesuai/ ga mendukung sama panggilan hidupku.
2.Sobat, setiap hubungan yang membuatmu merasa tidak layak, tidak cantik, tidak diterima, tidak diinginkan, atau yang mengharuskanmu berusaha keras untuk dicintai, adalah terlalu mahal.
Penerapan: di tengah dunia yg cewek2nya pada kebalik yaitu malah kejar2 dan ngrayu2 cowok entah itu di reality show entah di dunia nyata juga gitu, aku dr zaman dulu tetap berprinsip gak mau yg namanya ngejar2 apalagi ngrayu2 cowok. Memang cowok itu inisiator yg harus memulai duluan, bukan cewek.Ini prinsipnya berasal dari orang percaya yg menantikan Kristus. Jadi kalo dibalik2 yg inisiatif duluan tu namanya ga menghormati Tuhan.
3.Kau harus tahu bahwa hatimu adalah sesuatu yang berharga. Tidak ada orang yang boleh memasukinya tanpamengerti nilainya. Laki-laki dalam hidupmu seharusnya memberi kekayaan dalam hati dan jiwamu, bukan menguranginya.
Ada2 puisi dalam buku ini yg berkaitan sm hal tsb:
Aku memandangnya saat ia dengan santai menjatuhkannya itu adalah hatiku dijentikkannya ke udara seperti abu dari rokok yang telah kehilangan nyalanya
Aku berteriak tanpa suara merasakan adanya bahaya rasa sakit aku bergerak untuk menyelamatkannya dari kejatuhan yang dasyat aku merasakan waktu berjalan lambat
Hilanglah kesempatan untuk lari dari penolakan dadu sudah di lemparkan tindakan sudah di lakukan. Tanpa keraguan tanpa pemikiran begitu bahagia aku menemukan seseorang calon yang besedia menjaga cintaku Aku melepaskan tugasku sebagai penjaga hatiku tanpa surat pengantar resmi menyewa seorang asing yang tidak berharga dan tidak berkualitas Sekarang saat memikirkan kembali nilai dari apa yang sudah hancur kesadaran yang menusuk tentang apa yang telah kulakukan melebihi kekecewaanku saat air mataku menghapus warna terakhir dari perona mataku Aku sadar kesalahan sepenuhnya ada pada ku karena aku telah meninggalkan hatiku di tempat yang salah......
Serpihan yang tidak dapat disatukan lagi.....
Itulah harga yang harus dibayar saat kau mencintai seseorang.
Begitu dalam sehingga kau tidak dapat berhenti memberi.
kurasa aku tidak begitu pintar.
Kau menghempas hatiku ke dinding,
Dan menyaksikannya hancur berkeping-keping
Penerapan: Walaupun aku ga pernah patah hati sepatah-patahnya kayak di puisi sang penulis ini, tapi jd lebih berhati2 soalnya banyak temen2 deketku yg mengalaminya. Trus aku jugaslalu mengingat sebuah quote entah dr siapa asalnya tp keren bgt: "A woman's heart should be so hidden in Christ that a man should have to seek Him first to find her." Sampai2 aku juga buat quote ku sendiri: "Orang yg tdk aman itu membiarkan dirinya dan hatinya dengan mudah jatuh dlm pelukan lawan jenis dan menemukan hatinya berlubang dan patah di beberapa tempat karena pergi bersama orang2 itu. Orang yg aman itu memberikan hatinya, dirinya, dan semua miliknya dalam pelukan Tuhan shg hatinya tetap utuh dilindungi oleh Bapa Yang Setia dan lebih kuat dari segalanya jadi ga ada yg bisa merebut dari Nya."(Priskila Dewi Setyawan) Hehe...
4. Ini hikmat yg didapat dari blog kompasiana Nelly Trisnawati yang dia kutip dari penulis buku ini dan aku menyetujuinya.
- Kuberitahukan kepadamu arti kesendirian yang sesungguhnya: ketidakhadiranAllah. Itulah inti kesendirian. (hlm 25)
- Berhentilah bertanya kepada Allah, “Mengapa aku sendirian?” dan mulailah bertanya kepada-Nya, “Mengapa aku ada di sini?” (hlm 27)
- …jika kau tidak mengundang Allah dalam mengambil keputusan, Dia akan membiarkanmu melakukan keinginanmu sendiri. (hlm 29)
- Saat kau mulai menyingkirkan berhala dalam hidupmu dan mengarahkan hati kepada Allah, kau akan menemukan seorang Kekasih yang menerimamu apa adanya.(hlm 79)
Dan kutipan berikut saya ambil khusus untuk para wanita:
• Kapankah Adam terbangun? Jawabannya: Ketika Hawa sudah selesai dibentuk.Sudahkan kau selesai dijadikan dan dibentuk seperti yang Allah inginkan?
Penerapan: Dulu tu aku belum memahami panggilan hidupku, tapi akhirnya setelah melalui pergumulan panjang aku memahaminya dan menghidupinya jd tau mengapa aku di sini.
^_^.GBU all...
Minggu, 11 Januari 2015
Doa pada Kristus tentang PH..:-)
Pas Natal Perkantas,firman Tuhan yang disampaikan mas Gunawan Sri Haryono itu menarik..
Tidak punya anak,kita tetep hidup..
Belum punya pekerjaan,tetep hidup..
Belum punya pasangan juga masih hidup..
Kita hidup kekal karena udah mempercayakan diri dan undang Tuhan Yesus Kristus masuk dalam hati sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi..
Dan kebutuhan terbesar adalah hidup kekal itu..jadi jangan diam saja dan jangan biarkan mereka mati tapi bagikan kesaksian agar banyak jiwa kembali bertobat pada Kristus..
Gitu inti firman Nya..
Jadi daripada pusing memikirkan diri sendiri,layanilah orang lain...pikirkan keselamatan kekal orang lain..
Kadang aku tu suka kesel kok temen2ku tu sukanya galau banget karena belum punya pacar. Terus pusing mikirin aku yang masih single.padahal aku kan single happy..pernah galau tapi jarang banget..
:-p
Menurutku sih ada banyak hal lain yang bisa dipikirkan n dilakukan olehku n orang2 selain itu yaituh doain orang sakit,bersaksi,nyemangatin orang2 sedih,menolong orang miskin. hehe..
Dulu juga beberapa kali diprotes oleh teman2 cowok yang menyatakan perasaannya padaku kok nggak menerima mereka padahal udah berjuang seromantis mungkin..
Hem...udah mengampuni mereka sih..yang kadang menyebalkan karena gak paham2.
Berharap semoga pada memahami menerima atau milih seseorang itu tidak seperti memilih kucing dalam karung..harus sesuai kehendak Tuhan..
Hubungan pengantarku sm tulisan d bawah apaan?gini...kadang aku keasikan doain orang n lupa doain buat diriku...dulu pernah sih rutin doa PH trus lama banget ga doain..nih baru diingetin n mulai lagi..thx diingetin ya..
:-)
Sumber majalahpearl1.blogspot.in/2014/12/praying-for-life-partner.html?m=1
Praying for Life Partner
by Felisia Devi
Judul diatas judul menarik buat
para single atau justru judul yang
agak aneh gimana gitu?hehehe…
Menarik, karena hal ini yang
sedang dilakukan para
single,khususnya yang belum
punya aasangan hidup (PH) .
Terasa agak aneh gimana, karena
kayanya belum kepikiran deh,
takut dibilang ngebet, pasrah aja
deh ntar juga dikasih. Saya dulu
juga tipe ke-2 ,” males ah doain,
ntar klo Tuhan mau kasih ya kasih
aja” Jadi hal ini belum saya
lakukan sejak lama . Tapi setelah
saya tau dan ngerti berdoa buat
calon PH itu perlu, baru deh saya
lakukan.
Apa sih artinya berdoa untuk PH?
Gimana doanya? Apa aja yang
didoain? Saya pribadi juga sebagai
seorang single tulen, alias belum
ada calon PH, mau coba
membagikan apa yang saya
pelajari mengenai mendoakan
PH.
Memasuki umur 20an biasanya
sudah mulai banyak yang kasih
nasehat, ”dari sekarang doain
calon pasangan kamu, mau kaya
apa yang kira2 cocok sama
kamu ,ntar Tuhan bisa kasih”
Kurang lebih seperti itu ya
kalimatnya.
“ Ehm …nge list menurut mau nya
gue? Klo kaya gitu mah listnya
bisa panjang banget.hahahah”
Memang berdoa untuk PH itu
perlu, tapi jika doa hanya seperti
itu, seperti nya kurang tepat,
tanpa pengertian yang benar, jadi
kesannya cuma meminta. Suka
dibilang juga,klo mau dapet PH
itu juga bukan cuma doa,tapi
berdoa dan berusaha. Ya memang
betul tapi pengertiannya harus
benar, bukan konsep dunia. Saya
coba sedkit bahas sedikit demi
sedikit ya.
Dari pengertian doa sendiri, buat
saya berdoa bukan meminta
Tuhan lakukan sesuatu sesuai apa
mau saya doank, tapi untuk ngerti
apa sih mauNya Tuhan. Begitu
juga dengan berdoa untuk
pasangan hidup. Kita bukan
sekedar mengajukan list “ Saya
mau pria yang seperti ini itu
Tuhan” berharap Tuhan kasih dan
nanti klo PH belum dapet atau
tidak dikasih seperti list kita,
artinya Tuhan tidak mendengar
doa kita. No no..Bukan gitu, tapi
dengan berdoa kita mengerti apa
yang Tuhan mau kita lakukan,
supaya suatu hari Tuhan
pertemukan dengan pasangan
hidup, kita (saya) itu siap.
Karena doa itu yang penting
bukan merubah orang lain atau
situasi, tetapi hati kita / diri
kita yang berubah sesuai apa
yang Tuhan mau.
1Yoh 5:14
Dan kita berani menghadap Allah,
karena kita yakin Ia mengabulkan
doa kita, kalau kita minta apa saja
yang sesuai dengan kehendak-
Nya . (BIS)
1Pet 3:12
Sebab Tuhan selalu
memperhatikan orang-orang yang
menuruti kemauan-Nya, dan
Tuhan selalu mendengar doa-doa
mereka; tetapi Tuhan melawan
orang-orang yang melakukan
kejahatan." (BIS)
Tentunya kita punya list yang ok
ok banget dah tentang kriteria
calon PH yang kita mau. Takut
akan Tuhan, bertanggung jawab,
yang udah jelas visi misinya,
mapan dan lainnya, pokoknya
godly man deh atau man after
God's own heart. Tapi
pertanyaannya sekarang, apakah
jika saya mendapatkan PH seperti
list yang saya buat, saya sendiri
adalah pasangan yang pas, cocok,
sepadan dengan pria itu?
Contoh simple yang tidak usah
pake rohani. Seorang cewe
Indonesia pengen punya PH itu
bule , tapi dia-nya sendiri tidak
mempersiapkan diri untuk belajar
bahasa asing. Lah, gimana cara
berkomunikasinya bisa nyambung
atau bisa berkenalan kalau tidak
ada satu bahasa yang sama-sama
di mengerti. Si cewe Indonesia ini
cuma berharap si pria bule itu
yang bisa bahasa yang si cewe itu
mengerti (Bahasa Indonesia).
Cewe itu tidak mau berusaha atau
mempersiapkan diri untuk belajar
bahasa asing . Mungkin aja sih
ada, cuma seperti tidak ada niat
dan tidak mau usaha.
Apalagi kalau calon PH yang kita
dambakan adalah seorang Godly
man yang deket banget sama
Tuhan, udah jelas visi misi dan
panggilanNya. Tuhan pastinya kan
sayang juga sama pria ini, pasti
Tuhan akan seleksi ketat calon
istri yang cocok untuk pria ini.
Wanita yang bisa menolong pria
ini untuk bisa maksimal kerja
buat Tuhan, semakin dekat ke
tujuan Tuhan, bukan semakin
menjauhkan panggilanNya. Masa
Tuhan kasih Godly man yang udah
berakar dalam firman dengan
wanita yang saat teduhnya masih
bolong-bolong, kasian pria ini
nantinya.
Atau sebaliknya, mungkin Tuhan
belum kasih karena mungkin dari
pria-pria yang kita temui memang
belum ada pria yang sepadan
dengan kita untuk melakukan
panggilan yang Tuhan kasih.
Tuhan lebih mau kita melakukan
kehendak dan menggenapi
rencanaNya dalam hidup kita yg
sudah Tuhan tetapkan, dari pada
hanya sekedar mendapatkan PH.
Tuhan tidak mau kita dengan
sembarangan pria, apalagi yang
membuat kita semakin jauh dari
rencana dan panggilanNya.
Eph 2:10
Karena kita ini buatan Allah,
diciptakan dalam Kristus Yesus
untuk melakukan pekerjaan
baik, yang dipersiapkan Allah
sebelumnya. Ia mau, supaya kita
hidup di dalamnya.
Atau bisa juga Tuhan sedang
fokus menggarap supaya
hubungan pribadi kita denganNya
semakin kuat, berakar,intim.
Tuhan lebih pentingin supaya kita
punya hubungan denganNya
Tuhan lebih dalam, dibandingkan
hubungan dengan yang lain.
Karena hubungan kita dengan
Tuhan- lah yang penting di atas
hubungan lainnya, karena
hubungan ini yang akan dipakai
sampai kekekalan. Fokus aja
untuk proses kita menuju
keserupaan dengan Kristus.
Mungkin juga Tuhan punya alesan
lain, cari tau aja dengan banyak
tanya(doa) sama Tuhan.
Apa sih yang perlu kita doakan?
Doakanlah list-listmu ,sambil
tanya Tuhan list yang ini sesuai
kebenaran Tuhan gak ya, sesuai
yang Tuhan mau apa gak , list kita
itu hal2 yang esensi atau tidak .
Jadi kalau ketemu pria sudah ada
alert apakah pria ini sesuai list
yang sudah kita doakan dengan
maunya Tuhan atau gak .Jangan
udah jatuh cinta dulu, baru sadar
pria ini bukan yang sesuai dengan
kehendak Tuhan.
Doakan juga proses pertumbuhan
keserupaan dengan Kristus.
Sambil doain dia, jangan lupa
mendoakan dirimu sendiri untuk
mengalami proses atau perubahan
itu juga. Misalnya “Tuhan saya
berdoa calon PH saya semakin
intim dengan Engkau, yang selalu
bergantung pada Engkau dalam
menjalani kehidupan. “ Kalau
sudah kita doa buat dia, doa juga
buat diri sendiri untuk diproses
menjadi semakin bergantung
sama Tuhan. Intinya dengan kita
doain calon pasangan kita supaya
semakin serupa kristus dalam hal
tertentu, otomatis memotivasi kita
juga untuk menyiapkan hati dan
hidup kita seperti yang pasangan
yang kita doakan,seperti arti
sepadan.
Jadi berdoa untuk PH itu bukan
fokus kita jadi ke PH terus, alias
ngebet. Tapi kita belajar cari tau
apa yang Tuhan kehendaki untuk
kita lakuin sehubungan dengan
PH yang akan Tuhan kasih.
Sekalipun nanti ke depan
mungkin akan terjadi hal yang
awalnya tidak sesuai seperti
yang kita harapkan, kita tidak
kecewa dengan Tuhan . Karena
dengan kita sudah mendokannya,
kita sudah terlebih dahulu cari
tau dan mengerti maunya Tuhan
apa. Fokusnya juga tetap
Tuhan,bukan pribadi.
Bukan juga kita cuma pasif, gak
cuma nge-list dan mendokan saja.
Tapi kita mau berusaha sesuai
kehendak dan cara Tuhan. Bukan
dengan cara dunia yang sangat
bertolak belakang dengan
kebenaran. Misalnya sekarang
dunia bilang wanita itu bisa di
suruh mulai duluan aja. Padahal
pria yang seharusnya berinisiatif
duluan, bukan wanita. Intinya
untuk mendapatkan yang terbaik
dari Tuhan, kita berusaha untuk
menjadi yang terbaik dengan
fokus ke Tuhan bukan yg lain.
Saya juga doain calon PH untuk
seorang Godly man. Biar kata
orang Godly man itu sepertinya
sudah tidak mungkin ada di dunia
ini, but I’m sure Godly man itu
masih ada. Yang jadi pertanyaan
Tuhan kasih ijin tidak stock Godly
man itu untuk jadi PH saya .
Apakah saya wanita yang cocok
buat pria itu? Bukan berarti
Tuhan gak sayang sama saya, tapi
karena Tuhan juga sayang dan
perhatiin pria Godly man itu,
untuk dapet yang memang
sepadan. Klo tidak sepadan,
kasihan pria itu dapetin saya.
Tuhan mau benar-benar
mempertemukan kita dengan
yang tepat menurut
kehendakNya , waktu dan cara
Nya. Bukan mau nya kita.
Saya ada buku rekomen yang
bagus soal mendoakan calon PH,
tapi sayangnya itu buku luar yang
belum di cetak ke bahasa
Indonesia. Judul buku nya
“Praying for your future husband
(”Preparing Our Hearts”).
Lewat buku ini saya banyak
belajar , ternyata banyak banget
detail yang perlu di doakan. Baru
kali ini ketemu buku yang jelas
membahas tentang perlu nya
mendoakan calon suami. Mudah-
mudahan ada juga ntar buku
“Praying for your future wife”
ya .hahahha

